NASIONAL

HETIFAH: TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN

HARIANTERBIT.CO – Peningkatan peran perpustakaan menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat.

Itu dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam kegiatan Safari Gemar Membaca dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula rumah jabatan Wali Kota Samarinda, Rabu (19/3).

Acara dibuka Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang dan dihadiri tidak kurang 200 guru, kepala sekolah, pengiat literasi, Taman Baca Masyarakat (TBM) dan komunitas baca dengan pembicara Sri Sumekar (Perpustakaan Nasional), HM Aswin (Disperpusarsip Kaltim), Ananta Fahrurozi (Perpustakaan Samarinda), Syafruddin Pernyata (Penggiat dan penulis) serta Hetifah Sjaifudian.

Ada beberapa tantangan perpustakaan saat ini diantaranya peningkatan dan pemerataan serta kualitas layanan perpustakaan, peningkatan kegemaran membaca guna membangun keahlian. “Distribusi buku harus merata ke setiap pelosok daerah,” kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara ini.

Peran DPR, ungkap Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini, diharapkan dalam menjawab tantangan tersebut melalui fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Pengawasan dilakukan untuk menjamin program berjalan transparan dan akuntabel.

Hetifah menerangkan, baru-baru ini Rapat Paripurna DPR mengesahkan Undang-Undang No 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan dan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR).

“UU ini memberikan penghargaan tidak hanya kepada penerbit atau produsen karya rekam tapi juga kepada masyarakat yang berperan serta dalam mendukung kewajiban serah simpan, serta kepada warga negara asing yang melaksanakan kewajiban serah simpan,” kata Hetifah.

Pada kesempatan itu, Syaharie mengatakan dukungannya terhadap Safari Gemar Membaca. Menurut dia, membaca sangat penting. Sudah banyak program pemerintah Kota Samarinda soal ini antara lain, pojok baca. “Membaca bisa menata hati kita. menambah ilmu, menata pikiran kita untuk selalu positif.”

Sementara itu  Sri Sumekar mengatakan, masyarakat Indonesia belum membaca setiap hari, sehingga harus ada promosi membaca. Rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi kerja pemerintah dalam penguatan kegemaran membaca. Perhatian pemerintah juga sangat besar terhadap perpustakaan Indonesia

“Ada 160.000 perpustakaan di seluruh Indonesia. Dari segi jumlah, nomer dua terbanyak di dunia. Ini semua berkat dukungan dari seluruh stakeholder,” terang Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI ini.

Sedangkan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Samarinda, Ananta Fahrurozi mengatakan, peran pustakawan harus bisa membawa andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita berharap perpustakaan sebagai suatu wadah yang menarik untuk semua kalangan.” (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *