NASIONAL

DIBUKA MENKOMINFO, PWOIN GELAR KONGRES I


HARIANTERBIT.CO – Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) menggelar Kongres I di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Kongres yang rencananya dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Ir Rudiantara maupun yang mewakilinya, diikuti sekitar 100 peserta dari 25 PWO Tingkat Provinsi dan Kota. “Mudah-mudahan pak Menteri yang datang,” ujar Ketua Umum Feri Rusdiono berharap.

Menurut dia, kongres pertama ini sangat penting menunjukan eksitensi PWOIN di masa mendatang, khususnya menyangkut program kerja yang akan dirumuskan oleh seluruh anggota.

Dengan tema “Menaati dan Menjunjung Kode Etik Jurnalistik, PWOIN Siap Merawat Kebhinekaan dan Menggerus Hoaks”, kongres ini diharapkan dapat mengembalikan jati diri jurnalis sebagai alat kontrol pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.

“Jadi, seorang jurnalis PWOIN dapat memberikan informasi pencapaian pemerintah, tanpa menghilangkan alat kontrolnya,” jelas Feri, anak muda berdarah Gorontalo, Sulawesi Utara ini.

Namun, Feri mengingatkan, kritik yang disampaikan harus konstruktif sesuai aturan main Kode Etik Jurnalistik. “Tidak asal kritik saja, apalagi terkesan tendesius,” ujarnya, seraya menyebut soal Kode Etik Jurnalistik menjadi ‘gawean’ PWOIN ke depan untuk disosialisasikan dalam bentuk pelatihan yang murah meriah. “Saya yakin, jika Kode Etik Jurnalistik jadi pedoman, Insya Allah kriminalisasi terhadap jurnalis dapat dielemenir,” tutur Feri.

Dia juga menyakini, kriminalisasi terhadap jurnalis berawal dari ketidakpuasan seseorang pada sebuah berita. “Macamlah penyebabnya. Tidak berimbang, tendesius, tidak mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan sebagainya. Eh, sudah gitu, ada aturan regulasi Dewan Pers yang tidak terpenuhi, lengkaplah jeratan UU OTE,” ujarnya tertawa.

Semua itu, menurut dia, menjadi “pekerjaan rumah” PWOIN untuk dielemir, sehingga tidak ada lagi anggota PWOIN yang tersangkut delik pers pendekatan di luar hak jawab.

Feri sejak PWOIN digulirkan merupakan Ketua Umum ketiga, menyusul Marnala Manurung dan Ade Novit. Dia terpilih Januari 2019 sebagai Ketum dengan tugas menyelenggarakan Kongres pertama di Maret ini.

Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, Kongres ini dapat terlaksana,” jelas Feri, menyebut Dewan Penasehat Laksamana Tedjo Edhi, Taufiq Rahman dan Ketum LAI Djoni Lubis yang terus memotivasi hingga kongres I PWOIN dapat terlaksana. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujarnya berkalu-kali. (***)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *