KASUS

KASUS PEMBUNUHAN, AYAH KORBAN LAPOR PROPAM MABES POLRI CARI KEADILAN

HARIANTERBIT.CO – Dua dari lima tersangka kasus pembunuhan Dewan Bakti Negara yang sudah divonis 15 tahun penjara diduga sudah menjadi anggota keamanan.

Sedangkan tersangka lainnya, M Arkam, sudah menjalani hukuman penjara atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Raba Bima. Dua orang lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.

Menurut penasihat hukum Nidlamul Harby Elghama dari kantor pengacara Elghama Law Office yang didampingi ayah korban, Fahrir. Mereka mengadukan kasus ini ke Propam Mabes Polri untuk mencari keadilan hukum.

Pasalnya, dua tersangka berinisial M dan MJ diduga kuat sedang melaksanakan pendidikan di Tanjungpura dan Cilodong, Jawa Barat.

Mereka mempertanyakan kenapa kedua tersangka tersebut masih bisa mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di Polres setempat, dan keterangan Kepala Desa dan Koramil, bisa dikeluarkan. “Padahal, kedua tersangka tersebut sudah dijatuhi vonis 15 tahun penjara,” ujar Elghama.

Atas dasar itulah, ungkap Elghama, timnya melaporkannya ke Propam Mabes Polri agar kasus tersebut diusut sampai tuntas. Namun karena kedua tersangka sudah menjadi anggota keamanan, seharusnya berkoordinasi dengan pihak tertentu.

Sementara itu, ayah korban, menambahkan, kasus ini sebenarnya tidak ada dendam. Tapi, ia tidak memungkiri sebelumnya ada perselisihan antara korban dengan pelaku.

“Saya sangat mengapresiasi kepolisian dalam mengungkap kasus ini, sehingga kejadian yang sebenarnya dapat terungkap. Dan kedua tersangka anggota keamanan segera menjalani hukumannya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Raba Bima, dalam amar putusannya yang dipimpin oleh Ketua Majelis Frans Kornelis, SH, dengan nomor perkara No 312/Pid.B/017/PN RB, menetapkan M. Arkam, Muarif, Habe/Muhammad Jainuddin, Suliadin, dan Sugiman masing-masing hukuman penjara 15 tahun.

Kelimanya, menurut hakim, telah mengambil nyawa Dewan Bakti Negara, secara sadis, di Batas Dusun Kamunti, Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB, Kamis (29/6/2017). (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *