KASUS

PENUHI PANGGILAN POLISI, ROCKY GERUNG BILANG SETIAP PENUNDAAN PASTI ADA MANIPULASI

HARIANTERBIT.CO – Pengamat politik, Rocky Gerung, akhirnya memenuhi panggilan polisi. Rocky tiba di Polda Metro Jaya sekira jam 15.50 WIB. Di hadapan wartawan Rocky tak banyak menjawab pertanyaan awak media.

“Sayakan kesini hanya penuhi panggilan penyidik,” ungkap Rocky di Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019).

Karena itu, Rocky juga tak mempermasalahkan kenapa polisi baru memproses kasus yang menjerat dirinya itu. Namun, ia mengisyaratlan bahwa penundaan kasus yang menjerat dirinya itu adalah sebuah manipulasi. “Setiap penundaan pasti ada manipulasi. Rumusnya kan gitu,” tutur Rocky.

Sedianya, Rocky diperiksa pada hari Kamis kemarin, karena terkendala yang bersangukan punya acara di luar kota. Maka, penyidik pun menjadwalkannya hari ini, Jumat (1/2/2019).

Untuk diketahuii, ucapan yang dipermasalahkan itu terjadi dalam acara ILC di tvOne yang ditayangkan pada 10 April 2018 lalu.

Ia lantas dipolisikan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian ke Bareskrim Polri, kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan tersebut, Rocky disangkakan dengan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Jack menilai pernyataan Rocky Gerung itu adalah sebuah penistaan terhadap agama yang merujuk pada Al-Quran, kitab Taurat, dan sebagainya.

Maka penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya. “Kalau ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Al-Quran, Injil, Taurat, dan lain-lain. Dan fiksi itu rekaan, khayalan,” terangnya. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *