KISRUH

BAWASLU JADWAL ULANG PEMANGGILAN KETUA YAYASAN NURUL HUDA

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Timur terus melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dalam kasus pembagian kalender tercantum undian umrah calon legislatif Zuhdi Mamduhi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Cakung Barat Jakarta Timur.

Ketua Bawaslu Jaktim Sahroji mengatakan, jika pada hari Senin (28/1) dan Selasa (29/1) pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap beberapa guru PNS Kemenag dan non-PNS. “Selasa ada tiga guru yang datang dan sudah kami minta keterangannya,” kata Sahroji.

Hanya saja dirinya enggan membeberkan materi pemeriksaan yang dilakukan terhadap para wali kelas tersebut. Dirinya hanya menyebut jika pemeriksaan masih seputar pembagian kalender H Zuhdi Mamduhi caleg Gerindra. “Kami menanyakan ada atau tidak proses dan bagaimana pembagian kalender yang terjadi di sekolah MI Nurul Huda Cakung Barat” bebernya.

Lebih lanjut dia juga menuturkan, jika pada hari Rabu (30/1), pihaknya sudah memanggil ketua beserta pengurus Yayasan Pendidikan Nurul Huda Cakung Barat Jakarta Timur untuk dimintai keterangan soal pembagian kalender H Zuhdi Mamduhi. “Hari ini sudah kami panggil, namun tidak datang. Jumat (1/2) kita lakukan pemanggilan ulang,” tegasnya.

Sebelumnya, beberapa orang tua murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Cakung Barat Jakarta Timur, menyesalkan adanya pembagian kalender dan undian umrah untuk mengampanyekan Zuhdi Mamduhi salah seorang calon legislatif DPRD DKI Jakarta asal Gerindra Dapil 4 Jakarta Timur dari paslon nomor urut 02 Prabowo Sandiaga saat pembagian rapor ke seluruh orang tua murid, Senin (7/1/2019) lalu.

“Saat pembagian raport anak-anak, seluruh orang tua murid juga dibagikan kalender yang ada foto caleg dan gambar cara mencoblos nama caleg yang memang menantu pemilik sekolah yang menjadi caleg DPRD,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, pada Selasa (8/1/2019).

Dalam kalender yang dibagikan tersebut ada foto caleg dan gambar mengarahkan untuk mencoblos nama caleg serta nomor undian umroh tertera di kalender, sebelum di bagikan kalender terlebih dahulu saat pembagian rapor seluruh wali murid wajib menuliskan nama dan tandatangan. “Di kalender ada undian umroh juga,” jelas salah satu wali murid lainnya.

Orang tua murid pun menyesalkan tindakan yang sudah terjadi di MI Nurul Huda Cakung Barat yang dilakukan guru-guru dan wali kelas, walau salah satu menantu atau keluarga pemilik sekolah menjadi caleg. Mereka pun sepakat dengan orang tua murid lainnya untuk melaporkan ke Bawaslu Jakarta Timur sampai Kementerian Agama. “Sekolah itu kan tempat belajar bukan tempat berpolitik. Jadi kami menyesalkan sekali adanya politisasi di sekolahan,” jelas wali murid lainnya. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *