NASIONAL

REKTOR UI BENARKAN SOAL MAHASISWA MAGANG DI TAIWAN

HARIANTERBIT.CO – Pelaksanaan kuliah magang di negara Taiwan menemui masalah. Salah satu masalah itu adalah soal keberadaan pihak ketiga dalam proses rekruitmen mahasiswa. Rektor Universitas Indonesia Profesor Muhammad Anis mengatakan, untuk magang mahasiswa ke luar negeri ada langkah-langkah yang harus ditempuh.

“Itu (pengiriman mahasiswa ke luar negeri-red) basisnya MoU, dan ada lembar yang disetujui oleh pihak penerima, juga pengirim. Nah kalau untuk kasus tersebut, saya belum tahu pasti namun menurut Pak Menteri (Kemenristekdikti-red) itu katanya politik dualisme,” ucap Anis saat ditemui usai konferensi pers di Ruang Rapat A Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus UI Depok, Selasa (8/1).

Anis memastikan, masalah magang itu tidak akan menimpa mahasiswa Universitas Indonesia. Pasalnya, pihak UI telah mengikuti berbagai prosedur yang dinilai aman.

“Ada beberapa mekanisme yang kita lalui mulai dari pembuatan MoU, letter of agreement yaitu perjanjian antara penerima dan pengirim. Misalnya, saya mau ngirim seseorang untuk ngambil mata pelajaran apa, mereka di sana (luar negeri-red), siap menerima atau tidak. Kalau siap, ditulis lalu ditanda tangan, setelah itu baru kita urus pengiriman mahasiswanya,” paparnya.

Menurut Anis, apabila tahapan-tahapan tersebut tidak diikuti tentunya pertanggungjawaban terhadap pengiriman mahasiswa magang perlu dipertanyakan. “Kalau prosedur ini tidak diikuti, maka seluruh tanggung jawab ada pada individu sendiri, tapi tidak tahu juga mungkin karena ada faktor lain,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kerja paksa yang dialami ratusan mahasiswa yang magang di Taiwan, Anis enggan berkomentar lebih jauh. Namun, dari pantauan pihaknya, ia menegaskan, bahwa tidak ada mahasiswa Universitas Indonesia yang terdeteksi menjadi korban rekruitmen program tersebut.

“Saya tidak mau menanggapi, karena tidak tahu juga itu bener atau tidak, meskipun sudah ada tanggapan dari berbagai kalangan. Kalau ada mahasiswa UI disitu yang jadi korban, tentu menjadi tanggung jawab kami. Sampai saat ini, menurut informasi ada 100 orang mahasiswa, tapi kita belum tahu dari perguruan tinggi mana bisa saja dari swasta,” tegasnya. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *