NASIONAL

PETANI JAGUNG DEKLARASI PEMILU DAMAI

HARIANTERBIT.CO – Produksi jagung nasional diharapkan mampu mencapai target 30 juta ton pada tahun ini. Jika pencapaian target tersebut terpenuhi, maka angka impor jagung pun bisa ditekan, bahkan ditiadakan sama sekali, seperti pada tahun 2017.

Indikasi peningkatan produksi jagung nasional itu, menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Solahuddin, terlihat dari produksi jagung di kwartal pertama tahun 2018 yang telah mencapai 18 hingga 19 juta ton pada Juli lalu. “Target sekitar 30 juta ton Insya Allah tercapai. Saat ini sudah hampir mencapai 18 hingga 19 juta ton per Juli,” tegas Solahuddin, usai menggelar deklarasi mendukung swasembada ketahanan pangan nasional di Jakarta, Selasa (4/12).

Diakui Solahuddin, produksi jagung di dalam negeri sempat mengalami defisit di tahun 2015, di mana angka impor jagung mencapai 3,6 juta ton. Namun, produksi jagung dalam negeri mulai mengalami peningkatan, dengan menekan angka impor menjadi 1,3 ton. “Akhirnya di tahun 2017, kita swasembada jagung. Di tahun itu, sama sekali tidak impor,” tambah Solahuddin.

Tak hanya menggelar deklarasi dukungan swasembada ketahanan pangan nasional, dalam kesempatan ini APJI juga menggelar deklarasi Pemilu 2019 yang aman dan damai. Terkait deklarasi pemilu damai ini, Solahuddin menekankan bahwa APJI menjaga netralitas bagi setiap anggotanya. “Kami tidak mengarahkan para anggota dalam memilih. Secara kelembagaan, kami netral. Namun untuk tiap-tiap anggota, memiliki kebebasan dalam memilih,” tegas Solahuddin.

Lebih lanjut Solahuddin mengatakan, APJI juga mengimbau kepada para anggotanya untuk tidak golput dalam pemilu nanti. “Tapi saya yakin anggota kami ada yang di kubu ini, tapi kami tidak ngajak. Kami netral dari sisi kelembagaan,” tegasnya lagi.

Soal jumlah angggotanya, menurut Solahuddin, APJI memiliki anggota yang sangat banyak, yakni mencapai 12,6 juta orang. Jika dalam satu kepala keluarga memiliki empat anggota, maka suara yang akan disumbangkan APJI pada Pemilu 2019 mencapai 36 juta.

“Kami mendorong, sudah sampaikan beberapa kali di pertemuan APJI bahwa petani harus ikut pemilu. Karena satu suara petani sama juga dengan satu suara pengusaha dan menteri. Satu suara itu menentukan masa depan bangsa,” paparnya.

Solahudin mengatakan, sikap netral APJI dalam Pilpres 2019 karena ingin membantu pemerintah untuk mewujudkan swasembada jagung di Indonesia. Sebab, upaya mempertahankan swasembada jagung ini perlu dibantu semua pihak, termasuk para kubu yang berkontestasi dalam Pilpres 2019.

“Kita sepakat menyukseskan pemilu di 2019 ini dengan damai dan adil. Karena kalau Pemilu tidak damai, iklim usaha di pertanian juga tidak bisa kondusif. Lapangan pekerjaan nanti kita juga tidak fokus kepada usaha tani dan pasar akan terombang-ambing. Sehingga kami dari petani jagung Indonesia sepakat siap mensukseskan pemilu 2019 dengan damai dan adil,” ujarnya. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *