PERISTIWA

MENPAN RB: TILANG ELEKTRONIK BENTUK HADIRNYA NEGARA

HARIANTERBIT.CO – Menteri Pendayagunaa Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin mengatakan, penerapan tilang elektronik merupakan bentuk kehadiran negara di masyarakat. Dunia internasional sudah sepakat bahwa kepentingan publik tidak bisa dipisahkan dari kepentingan negara.

“Saya baru saja kembali dari konvensi Asia Pasifik, di sana diputuskan masyarakat dunia sudah tidak boleh dibedakan antara kepentingan negara dengan kepentingan publik. Karena kehadiran negara di tengah masyarakat harus hadir, jangan hanya lips service atau retorika terus,” ujar Syafruddin saat launching aplikasi tilang elektronik di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (25/11).

Lanjutnya, penerapan tilang elektronik perlu di dukung pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menyebut pemerintah DKI Jakarta mengatur penempatan cctv tersebut.

“Bagaimana penempatan cctv, itu tentunya sebenarnya sederhana. Perlu bantuan dari Pemda DKI untuk penempatan cctv. Tahun lalu saya ke Jordan, di sana setiap 15 meter ada cctv,” terangnya.

Syafruddin mengaitkan penerapan tilang elektronik ini dengan visi Indonesia di tahun 2045. Menurutnya saat itu Indonesia masuk dalam lima negara terbesar di dunia dari semua aspek.

Mantan Wakapolri itu mengatakan, ada 14 aplikasi layanan publik yang antre untuk diluncurkan hingga Desember mendatang. Targetnya ada 100 aplikasi yang diluncurkan sebelum pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla usai.

“Kita harap sebelum pemerintahan selesai di 2019, 100 mal harus ada pelayanan publik, itu untuk mendekatkan negara dengan kepentingan publik,” pungkasnya. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *