RENUNGAN

MELEGENDA

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

MELEGENDA atau menjadi legenda karena ada sesuatu karya yang out of the box bahkan no box yang terus menginspirasi dari generasi ke generasi dari apa yang dihasilkan baik pikiran maupun perbuatannya. Banyak sekali sesuatu yang melegenda dari orang barang tempat kejadian dan sebagainya. Manusianyalah yang dominan dan mendominasi karena yang memiliki ide, yang mengemas, yang memaknai, yang memarketingkan, hingga yang memanfaatkan adalah manusia. Manusia manusia yang menjadi legenda adalah manusia luar biasa yang semasa hidupnya atau dalam proses hidupnya ada sesuatu yang istimewa.

Keistimewaan ini bukan tergantung dari apa yang dibuat sebagai standar pada umumnya. Seperti kasta, kekayaan, kepandaian, status sosial, atau pangkat jabatan. Walaupun kesemuanya itu bisa saja saling mempengaruhi dan saling mendukung satu sama lainnya. Menjadi legenda mungkin bukan suatu rencana atau direncanakan melainkan terus saja mengalir apa adanya, dan keistimewaan-keistimewaan yang terus memberi inspirasi.

Dalam bahasa Jawa dikenal ada kalimat munjuling apapak mbrojoling akerep. Siapa yang sering muncul dan siapa yang sering keluar. Pramoedya Ananta Toer mengatakan, orang boleh mengaku pintar atau sepintar apa pun tatkala tidak menulis atau tidak ada karya yang ditinggalkan maka ia akan digilas waktu. Vincent van Gogh mengatakan, “yang menjadi masalah bukan kematiannya, namun setelah kematian apakah dikenang atau tidak”. Menjadi apa saja asalkan profesional dan terus menginspirasi akan dikenang sepang masa. Hidup itu pendek namun seni itu panjang pepatah Yunani mengatakan. Film yang menceritakan kelompok musik Queen dalam proses dan bagaimana ‘Bohemian Rhapsody’ mendunia menjadi catatan sejarah.

Apa yang dihasilkan oleh para kaum yang melegenda? Bisa saja dari pemikirannya, walaupun semasa hidupnya belum berhasil mewujudkan bahkan hidupnya yang penuh kekeliruan hingga tragis pun tetap dikenang. Ibu Kartini pejuang emansipasi. Jenderal Soedirman, sang patriot terkenal dengan kegigihannya dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan. Koes Plus grup musik nasional yang hingga kini lagu-lagunya trs menginspirasi. Pelukis Jackson Pollock, filsuf Friedrich Nietzsche, si jenius Albert Einstein, penemu Microsoft Bill Gate, pendiri Apple Steve Jobs, penulis komik Stanley Martin Lieber, Anne Frank penulis buku harian yang menunjukkan kekejaman ketertindasan kaum Yahudi dalam tekanan tentara Nazi Jerman, dan banyak lainnya. Pak Hoegeng kapolri legendaris dengan kejujuran dan kebersahajaannya sebagai polisi. Kaisar Meiji yang terkenal dengan kebijakannya memodernisasikan Jepang melalui Restorasi Meiji.

Melegenda bermakna menginspirasi dan meninggalkan karya abadi. William Shakespeare, Enid Blyton, Sir Arthur Connan Doyle, Isaac Newton, Thomas Alva Edison, bahkan hingga Slamet Gundono dalang wayang suket pun melegenda. Mbah Surip, Gombloh, Slank, Iwan Fals, Ebiet g Ade, banyak kaum-kaum yang menjadi legenda hidup di dunia ini. Pertanyaannya, jika hidup ini datar-datar saja tidak ada makna dan isinya, atau justru menjadi benalu tiada karya hanya numpang ngetop, numpang makan saja. Kaum-kaum yang malas dan lelah berpikir memang akan hanya jadi pupuk, karena tiada yang ditinggalkan untuk dikenang atau dijadikan inspirasi. Perpanjangan setelah kematiannya hanya nelong ndino, mitung ndino, matang puluh nyatus dan nyewu sudah selesai selanjutnya jasad fisik terurai jadi pupuk.

Adakah spirit kaum tua dewasa atau guru-guru men-support kaum muda atau anak didiknya menjadi pemberani untuk berkarya out of the box atau no box yang bisa menemukan kebaruan. Bahayanya kaum copy paste atau kaum korektor tidak mampu menjadi inventor hanya mampu mempersulit dan tentu menjadi benalu walau mungkin label-label dunia sudah disandangnya namun ia sebatas karnaval dan pemuja berhala. Guru besar yang menulis masih dituliskan dan terus hanya mengoreksi. Dokter spesialis yang terus didekte sektor bisnis. Petinggi yang kebijakan-kebijakannya memihak yang bayar. Banyak contoh kaum benalu yang menjijikkan dan memuakkan, jangankan menginspirasi dirinya hadir saja sudah timbul antipati.

Ngelmu iku tibemu soko sarananing laku. Proses kreatif inovatif yang terus dikembangkan apa saja sak anane sak isane iso urip lan nguripi. Urip ora sakdermo golek jenang ananging ugo jeneng. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama baik karena karya dalam pikiran perbuatannya terus menginspirasi. Hidup memang pendek, karya abadi sepanjang masa. Ruang menjadi legenda sangat terbuka hanya saja mau atau tidak terserah Anda. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *