NASIONAL

TEROBOSAN UP MEMBANGUN PEREKONOMIAN DALAM NEGERI MELALUI PERKERETAAPIAN

HARIANTERBIT.CO – Tak dapat dipungkiri bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang masih menjadi andalan masyarakat di dunia, termasuk masyarakat di Indonesia. Dengan kemampuan menempuh jarak jauh dalam waktu singkat, membuat kereta api lebih unggul dibanding moda transportasi darat lainnya.

Budhi Suyitno
Siswono Yudohusodo

Berangkat dari fenomena tersebut, Universitas Pancasila (UP) melirik kereta api sebagai salah satu peluang dalam pengembangan kurikulum di civitas akademikanya. Karenanya, UP pun akan menambah jurusan di dalam fakultas tekniknya, yakni jurusan perkeretaapin.

“Belum ada satu pun universitas di Indonesia yang menyediakan sarjana jurusan teknik perkeretaapian. Kami sedang menyiapkan ini,” ujar Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) Dr Ir Budhi M Suyitno di sela-sela acara HUT ke-52 perguruan tinggi tersebut di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Guna memuluskan langkah tersebut, Budhi mengatakan, kini pihaknya telah mempersiapkan kerja sama dengan berbagai unsur, di antaranya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan masyarakat perkeretaapian. “Insya Allah ini semua bisa dilaksanakan,” lanjut Budhi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila DR (HC) Ir Siswono Yudohusodo mendukung penuh pembukaan jurusan teknik perkeretaapian di Kampus Universitas Pancasila.

Siswono menilai, kereta api merupakan moda angkutan yang efisien. “Sampai hari ini untuk angkutan jarak jauh barang, tidak ada yang lebih efisien dari kereta api. Begitu juga untuk angkutan manusia, tidak ada yang lebih murah dari kereta api,” ujarnya.

Lebih lanjut Siswono mengatakan, semua negara yang sukses ekonominya memiliki jaringan kereta api yang luas. “Tiongkok itu sekarang membangun rel kereta api kesegala penjuru. Muaranya dari pelabuhan, untuk jalur ekspor maupun impor. Selain itu India juga demikian, Amerika serikat juga membangun jalur rel kereta api dari timur ke barat melalui daerah pertanian, di mana hasil kebun langsung masuk gerbong menyambung ke rel kereta api untuk sampai ke pelabuhan,” papar Siswono.

Realita yang ada saat ini di Indonesia, angkutan kereta api lebih banyak digunakan untuk mengangkut manusia, sementara untuk keperluan ekspor-impor masih belum tampak di permukaan. Karenanya, dengan jurusan perkeretaapian yang akan dibentuk oleh Universitas Pancasila, diharapkan bisa membantu meningkatkan sarana dan prasarana kereta api di Tanah Air guna meningkatkan perekonomian dalam negeri. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *