NASIONAL

WISUDA KE-66, PROF SUMARYOTO: 2019, UNINDRA TARGET JADI KAMPUS TERBAIK

HARIANTERBIT.CO – Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI menyelenggarakan kegiatan akademik pelaksanaan Wisuda Ke-66 Tahun Akademik Genap 2017/2018. Wisuda ini dilaksanakan dengan sidang terbuka senat universitas yang dipimpin langsung Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto, sebanyak 1.125 terdiri wisuda sarjana (S1) dan pascasarjana (S2), di Sasano Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (14/11).

“Tahun 2019, kita target Unindra menjadi kampus terbaik di tanah air tercinta Indonesia. Unindra saat ini sudah mempunyai tujuh unit gedung pembelajaran, dan akan terus membangun unit-unit,” kata Prof Sumaryoto pada sidang senat terbuka, seperti dilansir HARIANTERBIT.co, Kamis (15/11), dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Dosen Jawaharlar Nehru University New Delhi India Prof Gautam Kumar mengatakan, betapa saya merasakan kegembiraan dan kebahagiaan yang luar biasa menyaksikan acara wisuda Unindra kali ini. Awal mula pertama kali saya datang ke Indonesia pada tahun 1995 dengan beasiswa India untuk belajar musik dan bahasa Indonesia dan pada waktu itu, saya masih mengejar program sarjana di universitas India.

“Saya tinggal di Bandung, dan sering datang ke Jakarta dengan beberapa seniman, misalnya Hary Roesli, dan saya telah memainkan tabla di sisi di tempat yang sama di TMII. Setelah saya menyelesaikan satu tahun, saya kembali ke India dan mulai meneliti hubungan India-Indonesia di tahun 1996,” kata Jawaharlar.

Lebih jauh Jawaharlar mengungkapkan, selama saya tinggal di Bandung untuk satu tahun, saya belajar tentang kebudayaan dan masyarakat waktu itu, dan saya membandingkan hal-hal yang ada di India dengan yang ada di Indonesia. Waktu itu, saya melihat bagaimana mahasiswa-mahasiswa sangat dibatasi dalam menyampaikan ide dan pendapat serta pikiran-pikirannya mahasiswa dibatasi dalam berekspresi karena zaman Harto (zaman Orde Baru).

“Selama 31 tahun pemerintahan Soeharto, hal terpuruk yang saya kutip adalah lemahnya sistem pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Karena system pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam pembangunan suatu negara. Dan hal terbaik yang di raih Indonesia adalah penguatan Pancasila sebagai dasar dari konstitusi negara,” tuturnya.

Sekarang Indonesia, lanjut Jawaharlar, dengan lebih dari 261 juta orang penduduk adalah negara keempat di dunia dan Indonesia adalah negara yang berpendudukan mayoritas muslim terbesar di dunia. Kepulauan Indonesia telah menjadi kawasan penting untuk perdagangan setidaknya sejak abad ke-7, ketika Sriwijaya dan kemudian Majapahit yang memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan kerajaan India. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *