NASIONAL

RESMIKAN GRAHA GORONTALO, BAMSOET: DIASPORA JANGAN LUPA TANAH AIR

HARIANTERBIT.CO – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meresmikan Graha Gorontalo dan ruang Papua yang berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Selandia Baru di Wellington, Sabtu (10/11) waktu setempat.

Keberadaan Graha Gorontalo tersebut diharakpan bermanfaat bagi diaspora dan para pelajar Indonesia di Selandia Baru dalam mengekspresikan serta melestarikan budaya Indonesia.

“Manfaatkan gedung KBRI dengan beragam kegiatan untuk meneguhkan kembali identitas bangsa dan mengingatkan kekayaan budaya tanah air kepada semua diaspora Indonesia, termasuk anak-anak dan generasi muda Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Selandia Baru,” kata Bambang.

Graha Gorontalo terdiri dari dua lantai. Lantai pertama sebagai ruang pamer produk dan budaya Indonesia. Lantai dua untuk perpustakaan yang berisi segala literatur mengenai Indonesia baik cetak maupun digital. Ruang Papua yang di gedung utama KBRI digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Hadir dalam acara itu Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, pengusaha yang juga caleg DPR RI Rachmat Gobel, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, anggota DPR RI antara lain Misbakun, Ahmadi Noor Supit, Akbar Faisal, Masinton Pasaribu, Aboe Bakar Alhabsyi, Staf Khusus Ketua DPR RI Yahya Zaini dan Yorrys Raweyai.

Wakil Ketua Umum Kadin ini mengingatkan agar para diaspora tidak melupakan tanah air. Kontribusi besar para diaspora untuk kemajuan serta pembangunan Indonesia sangatlah dibutuhkan.

“Para diaspora Indonesia memiliki potensi besar memajukan bangsa Indonesia. Tidak hanya sebagai profesional atau ilmuwan, namun diaspora dengan profesi managerial dan pekerja biasa pun memiliki arti penting untuk memajukan Indonesia,” kata laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, di bidang profesional, pemerintah membutuhkan inovasi baru dari para diaspora untuk memperbanyak start up di Indonesia. Di bidang scientist dan akademisi, para diaspora diharapkan mampu mentransfer ilmunya di Indonesia.

“Harapan saya, diaspora di Selandia Baru mau membagi ilmu. Para ilmuwan dan profesional bersedia mentransfer ilmunya ke universitas atau perguruan tinggi di Indonesia agar kita tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Diaspora yang sukses berbisnis di Selandia Baru, mau pula membuka usahanya di Indonesia agar ekonomi dalam negeri terus meningkat,” tutur Bamsoet.

Wakil rakyat Dapil VII Prpvinsi Jawa Tengah VII ini yakin para diaspora mampu memperbaiki perekonomian Indonesia. Diaspora Indonesia yang mencapai 10 juta orang di seluruh dunia dapat menyumbang pemasukan bagi negara hingga triliunan rupiah.

“Banyak negara seperti China, India, Philipina serta negara lain yang hidup dari diaspora. Karena itu, saya berharap diaspora Indonesia di Selandia Baru selalu bersatu ditengah perbedaan suku, ras dan bahasa guna bekerja membangun perekonomian Indonesia yang lebih baik,” harap Bamsoet.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini meminta diaspora menjadi garda terdepan dalam mengembangkan hubungan baik dan kemitraan usaha dengan luar negeri. Diaspora dapat memfasilitasi hubungan people to people maupun government to government.

“Para disapora pun dapat menjadi duta sosial budaya dalam membantu diplomasi politik Indonesia. Karenanya, DPR RI dan pemerintah akan selalu mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh para diaspora Indonesia,” demikian Bambang Soesatyo. (art)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *