NASIONAL

BPPT-MARTINA BERTO SEPAKAT JALIN KERJA SAMA DALAM MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Martina Berto Tbk melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Undestanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) mengenai pengkajian dan penerapan teknologi dalam mendukung eksplorasi penggalian potensi anggrek, khususnya jenis Coleogyne sp yang merupakan salah satu jenis anggrek spesifik dari Kalimantan Barat yang akan dikembangkan bersama Balai Bioteknologi BPPT dan Martina Berto Tbk.

Dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama ini, BPPT diwakili oleh Dr Soni Solistia Wirawan MEng selaku deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, sedangkan PT Martina Berto Tbk diwakili Bryan David Emil MBA selaku direktur utama Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.

Kerja sama ini merupakan keberlanjutan kemitraan strategis yang telah berlangsung selama lima tahun antara kedua belah pihak. Penandatangan ini disaksikan langsung oleh Martha Tilaar, pakar kecantikan yang juga pendiri dan komisaris PT Martina Berto Tbk. Martha Tilaar telah menjadi salah satu duta inovasi teknologi, yaitu sebagai salah satu penerima penghargaan Perekayasa Utama Kehormatan di bidang kesehatan pada 2012. Hal ini tentu mempunyai nilai dan makna yang khusus bagi kebersamaan antara BPPT dan Martina Berto.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB BPPT) Soni Solistia Wirawan dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Selasa (6/11), mengatakan, MoU dan perjanjian kerja sama antara BPPT dengan Martina Berto salah satu unit bisnis dari Martha Tilaar Group (MTG) memang senantiasa berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi konsumennya melalui produk-produk berkualitas yang merupakan hasil perpaduan antara kearifan budaya, pengetahuan leluhur, dan sumber keanekaragaman hayati Indonesia dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ini merupakan momen penting bagi kedua pihak untuk saling memperkuat komitmen untuk terus bersinergi melakukan inovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang sangat melimpah. Martina Berto telah menjadi bagian dari perjalanan BPPT dalam menjalankan tugas dan perannya,” ungkap Soni.

Penandatanganan ini merupakan fase kedua kerja sama antara BPPT dengan Martina Berto, setelah pada fase pertama terlaksana dengan baik. Dengan penandatangan ini, Soni berharap akan dapat melengkapi hasil yang telah diperoleh sebelumnya, serta menjadi pijakan yang kokoh pada tahapan pengembangan berikutnya.

“Kami juga berharap kerja sama ini bisa berjalan lancar, serta dapat ditingkatkan menuju implementasi industri,” pungkas Soni usai penandatanganan MoU tentang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, di Puspita Marta, Jl Wahid Hasim Jakarta.

Sementara Martha Tilaar menyebut, penandatangan ini dilakukan dalam rangka mendapatkan serta mengembangkan potensi bunga anggrek Coelogyne Martha SEC Siera, serta sebagai tindakan nyata untuk meningkatkan pelestarian alam Indonesia, khususnya anggrek asli Indonesia serta mengembangkannya menjadi produk-produk yang berbasis tanaman khas Indonesia yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Inovasi Indonesia khususnya di bidang herbal dapat lebih ditingkatkan lagi,” ucap Martha Tilaar singkat. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *