AKTUAL

YUSRIL: HENTIKAN ADU DOMBA KPK DENGAN POLRI

HARIANTERBIT.CO – Surat panggilan tersangka kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian oleh KPK yang ternyata hoaks alias bohong dan palsu, kini beredar di tengah masyarakat. KPK sendiri sudah memastikan bahwa surat panggilan kepada Kapolri untuk diperiksa sebagai tersangka tindak pidana korupsi itu adalah hoaks alias palsu.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengataka, beredarnya surat panggilan palsu itu jelas bermaksud mengadu domba dua lembaga penegak hukum: KPK dan Polri. Padahal, kedua lembaga harus bekerjasama dalam menegakkan hukum, terutama dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Dalam situasi menghadapi Pemilu Serentak 2019 mendatang, penyebaran hoax semacam ini bisa memperlemah posisi Pemerintah dan menegakkan hukum. KPK dalam tiga tahun tetakhir telah berupaya maksimal menuntaskan kasus-kasus korupsi. Sementara Polri mempunyai bidang tugas yang lebih luas, selain menegakkan hukum juga menjaga kamtibmas.

Jenderal Tito memang mengemban tugas berat. Beredarnya rumors, apalagi sampai beredar surat panggilan palsu, seolah dirinya akan diperiksa sebagai tersangka oleh KPK, bisa menggerus kewibawaan Polri dan memecah konsentrasi dalam menegakkan hukum dan memelihara kamtibmas.

“Saya berharap beredarnya surat panggilan hoax ini tidak mengganggu hubungan harmonis antara KPK dan Polri yang telah terbina selama ini. Hubungan Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolri Jenderal Tito selama ini juga berjalan baik. Saya pribadi memberi dukungan kepada keduanya. Saya berkeyakinan bahwa Presiden juga pasti mendukung hubungan baik KPK dan Polri yang suda berjalan selama ini, karena itu baik buat penegakan hukum dan bangsa kita, jadi jangan lah kita merusak suasana yang suda baik itu,” ujar Yusril, Jumat (26/10). (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *