DAERAH

SOSOK KAPOLDA SUMUT YANG HUMANIS, DI MATA PENGAMAT KEPOLISIAN ZULKIFLI TANJUNG

HARIANTERBIT.CO – Belum 100 hari dilantik sebagai kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, telah membuktikan kinerjanya. Banyak kasus-kasus besar diungkap dengan gaya humanis tapi sangat tegas.

“Kehadiran Irjen Agus Andrianto benar-benar membuat masyarakat sangat diayomi dan dilayani dengan sangat baik,” kata pengamat sosial yang juga Dekan Fisip UMSU Medan, Dr Arifin Saleh Siregar, Selasa (23/10).

Arifin mengatakan, sejak dilantik sebagai Kapolda Sumut pada 20 Agustus 2018 lalu, Irjen Agus sukses menyelesaikan tugas-tugas besar. “Ini bukan pencitraan, tapi benar-benar kerja cerdas dan kerja keras, efeknya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Apa yang dilakukan Irjen Agus bukan hanya kerja-kerja kepolisian atau persoalan penegakan hukum semata. Tapi juga membantu kerja-kerja Pemprov Sumut dan Pemko Medan serta Pemkab/Pemko lainnya di Sumatera Utara.

“Contoh kecil, gimana Kapolda membantu Pemko Medan memberantas habis reklame ilegal yang selama ini berdiri kokoh di jalanan Kota Medan. Bahkan pos polisi yang ada ada di trotoar pun dibongkar, kerja inilah yang selama ini tak mampu dilakukan Pemko Medan,” sebutnya.

Mantan aktivis dan Ketua IMA Tapsel USU ini mengatakan Irjen Agus sangat humanis, ‘memanusiakan’ rakyat kecil yang selama ini jadi kaum marjinal. Mulai tukang becak, bilal mayat, marbot masjid hingga nelayan dibantu, diperhatikan dan diayomi.

“Tak heran, dimana pun Irjen Agus datang berkunjung. Ia selalu dielu-elukan masyarakat kecil, mulai dari Medan, Sergai, Batu Bara, Tanjung Balai, Tapteng, Sibolga hingga ke Tapsel. Masyarakat benar-benar merasakan memiliki pemimpin yang benar-benar melindungi mereka,” tambahnya.

Dari sisi penegakan hukum, Irjen Agus terkenal sangat tegas, namun santun dan lembut. Tindakan tegas hanya dilakukan bila pendekatan humanis tak mempan.

“Coba kita hitung, sudah berapa pelaku kejahatan yang ditindak tegas, katakanlah ditembak mati sejak Irjen Agus menjadi Kapolda Sumut. Mulai penembakan mati bandar narkoba, teroris hingga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tanjung Morawa kemarin. Ini benar-benar memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Secara sosial, lagi-lagi masyarakat merasa sangat terlindungi,” sebutnya.

Tindakan tegas namun humanis ini pun dilakukan seluruh Polres jajaran. “Banyak pelaku kejahatan jalanan atau premanisme di daerah-daerah yang berhasil ditumpas habis. Mereka tak punya ruang lagi untuk melakukan aksi kriminalnya,” imbuhnya.

“Saya tak bermaksud memuji, saya bicara fakta yang saya lihat. Apa yang dilakukan Irjen Agus, kinerjanya benar-benar melampaui tugas-tugas Kapolda-Kapolda sebelumnya. Makanya saya bilang, Irjen Agus ini adalah sejarah bagi Sumatera Utara,” tandasnya.

Terpisah, pengamat kepolisian Zulkifli Tanjung juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, Kapolda Irjen Agus Andrianto, patut diapresiasi oleh masyarakat karena ketegasannya. “Jika sudah menyangkut kepentingan orang banyak, tak ada kata kompromi,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan, karakter Irjen Agus itu sudah terbentuk sejak ia menjabat sebagai perwira pertama di jajaran Polda Sumut, dan semakin terlihat ketika dia menjabat sebagai Kasat Reskrim Poltabes Medan (kini Polrestabes Medan).

“Saat menjabat Kasat Reskrim di Poltabes Medan, Kapolda ini juga terlihat sangat tegas terhadap preman-preman kambuhan di Medan. Tak sedikit juga yang ditembaknya,” katanya.

Berkerja di Sumut memang harus keras dan tegas, lanjutnya, jika mau benar-benar aman. “Karakter Irjen Agus ini adalah karakter yang sangat pas. Satu sisi dia sangat lembut, apalagi kepada kaum lemah, di sisi lain sangat tegas kepada para pelaku kejahatan,” tutupnya. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *