KASUS

KESALAHAN PENGELOLA LAMA JANGAN DILIMPAHKAN KE MANAJEMEN BARU OLD CITY

HARIANTERBIT.CO – Pemerhati tempat hiburan malam (THM), S Tete Marthadilaga, mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, dalam melakukan razia narkoba di tempat hiburan malam Diskotek Old City (OC), Jalan Kali Besar Selatan, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (21/10) dinihari WIB.

Dalam razia narkoba dengan dilakukan tes urine tersebut, ada 52 pengunjung positif menggunakan narkoba jenis ekstasi dan sabu. Mereka seusai pemeriksaan langsung digelandang ke Kantor BNNP DKI Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, guna pemeriksaan lebih lanjut. Razia tersebut cukup efektif dan sesuai Standard Operating Prosedure (SOP), dan tentunya harus lebih profesional.

S Tete Marthadilaga

Terkait adanya desakan untuk menutup Diskotek OC, menurut S Tete Marthadilaga, Pemprov DKI harus bertindak ekstra hati-hati, dan jangan ada kesan main segel, atau asal cabut izin usaha pariwisata. “Di samping akan berdampak bertambahnya pengangguran, Pemda DKI selama ini belum mampu memberikan solusi bagi karyawan tempat hiburan malam yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun yang dirumahkan,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjutnya, apabila tempat hiburan yang bersangkutan terbukti mengedarkan narkoba, hal itu tidak bisa ditolelir lagi, tetapi apabila baru sebatas indikasi maka pemerintah DKI, dalam hal ini gubernur, jangan sampai berkuping tipis hingga pada akhirnya merugikan pengusaha hiburan dan ‘mematikan’ karyawan THM.

Adanya desakan penutupan itu kemungkinan besar masyarakat belum tahu apabila pengelola Diskotek OC adalah manajemen baru. Jadi, tidak ada sangkut-pautnya dengan kesalahan dengan manajemen sebelumnya. “Sebab, ketika dilakukan razia, kebetulan malam itu Diskotek OC baru grand opening. Lagi pula yang terbukti positif menyalahgunakan narkoba, sesuai hasil tes urine, semuanya pengunjung, dan tidak melibatkan karyawan,” kata Mas Tete, panggilan akrab S Tete Marthadilaga, Senin (23/10), dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANTERBIT.co.

“Secara pribadi saya sangat mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Bukan saja di THM jenis diskotek, tetapi perlu pengawasan ketat di tempat karaoke, hotel, rumah kos, apartemen dan bahkan di perumahan,” tandas Mas Tete yang sempat menjadi humas Diskotik Excotic ini.

Cari Solusi Cegah Narkoba
Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Tanah Air, khususnya di Ibu Kota Jakarta sudah mencapai titik nadir. Mengonsumsi pil setan dan kristal putih ini tentu akan merusak generasi bangsa. “Untuk itu seyogianya dicarikan solusi yang tepat dan efektif guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan,” harap Mas Tete.

“Misalkan kalau memungkinkan, bisa saja digunakan alat deteksi atau petugas BNN dan Satuan Reserse Narkoba Polda ditempatkan di situ. Nah, bila perlu anjing pelacak di tempat di sekitar pintu masuk sesuai kebutuhan,” sambungnya.

Melihat bisnis THM belakangan ini yang hidup segan mati tak mau alias mati suri, akan berdampak luas khususnya masalah sosial dan Pendapatn Asli Daerah (PAD) Pemprov DKI Jakarta, pemerhati THM ini ikut prihatin. “Karena menghidupkan sebuah kota, terlebih membuat kota yang tak pernah tidur itu tidaklah mudah. Namun begitu tidak juga harus menabrak berbagai aturan yang ada,” ujar Mas Tete.

Dikatakan, masyarakat sekarang ini semakin cerdas, terlebih di era canggihnya teknologi informasi saat ini. Gerak-gerik petugas mudah diawasi, begitu pula penyelenggaraan bisnis hiburan malam. Apabila ada pelanggaran ataupun penyimpangan yang dilakukan baik aparat di lapangan maupun pengusaha, secepatnya bisa diketahui.

“Sekarang ini wartawan sungguhan jumlahnya kalah banyak dan kalah cepat dengan ‘wartawan medsos’ yang notabene kapan saja, di mana saja, klik langsung tayang,” pungkas Mas tete berseloroh. (*/oko)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *