NASIONAL

MAHASISWA NAWACITA RI AJAK MASYARAKAT BERSIKAP CERDAS DAN BIJAK HADAPI PILPRES 2019

HARIANTERBIT.CO – Tahun 2019 adalah tahun yang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia, pasalnya di tahun tersebut negara akan menggelar pesta demokrasi terbesar. Dalam ajang lima tahun sekali ini, kontestasi demokrasi akan diisi oleh putra terbaik bangsa, salah satunya adalah Presiden RI Ir Joko Widodo yang mencalonkan diri menjadi presiden untuk periode 2019-2024.

“Kepemimpinan Presiden Joko Widodo hampir genap empat tahun, dalam perjalanan beliau tidak sedikit menuai pro-kontra di semua tataran kalangan masyarakat terkait kebijakan dan pembangunan beliau untuk negeri ini. Tidak lepas dari banyaknya gerakan yang dilakukan, baik dari kalangan kelompok-kelompok ormas maupun dari kalangan mahasiswa, dalam hal itu tidak jarang pula menuai aksi kontroversi dan anarkis sehingga berujung pada kerusuhan,” kata Koordinator Nasional Mahasiswa Nawacita Repubik Indonesia, Abraham, Rabu (17/10), di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANTERBIT.co.

“Hal inilah yang sangat kami sayangkan, karena aksi-aksi tendensius yang berujung anarkis dan chaos hanya akan merusak persatuan NKRI dan stabilitas negara. Coba kita renungkan sejenak dengan akal sehat, apabila terjadi gejolak massa di jalanan dengan membawa isu yang tendensius terhadap perpecahan bangsa dan mengancam kedaulatan pemerintah, apa yang akan terjadi dengan bangsa yang sangat kita cintai ini,” ungkap Abraham.

“Dalam situasi seperti hari ini, mahasiswa harus hadir di tengah banyaknya isu provokatif yang akan mengakibatkan perpecahan antargolongan maupun antaragama serta suku bangsa, dengan memberikan pendidikan politik yang etis kepada seluruh masyarakat Indonesia agar arif dan bijaksana dalam bersikap serta bertindak, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yaitu perpecahan, karena konsep kenegaraan kita sudah selesai di atas dasar negara, yaitu Pancasila, sopan santun dalam berucap, dan saling menghargai satu sama lain adalah salah satu budaya dari bangsa kita,” tuturnya.

Abraham menandaskan, mahasiswa tidak ingin melihat bangsa Indonesia ini terpecah-belah hanya karena perbedaan pendapat. Perbedaan pemikiran dan pendapat itu adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Maka dari itu, kita harus saling bertoleransi antarsatu sama lain, serta bahu-menbahu untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Beranjak dari hal di atas, ungkap Kornas Mahasiswa Nawacita RI, kami dari mahasiswa akan melaksanakan aksi damai besar-besaran untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari berbagai isu perpecahan dan tendensi politik pecah-belah, serta untuk menjaga persatuan bangsa yang berlandaskan pada Pancasila ini.

Aksi damai yang mengusung tema “Menyongsong Indonesia Maju, Sejahtera dan Berkeadilan yang Berlandaskan pada Pancasila” ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga negara agar tetap damai dan tertib dalam menghadapi tahun politik.

“Kami, mahasiswa mengajak seluruh lapisan masyarakat agar cerdas dan bijaksana dalam bersikap, serta bertindak dalam menghadapi Pilpres 2019 supaya tidak terjadi perpecahan antarsesama bangsa Indonesia,” kata Abraham.

Selain itu, tambahnya, kami mendorong pemerintah menyelesaikan Nawacita sampai tuntas dan sampai selesainya kepemimpinan Presiden Joko Widodo. “Kami dari Mahasiswa Nawacita Republik Indonesia menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya semua urusan negara kepada Pemerintahan RI yang konstitusional,” tandas Abraham dalam orasinya.

“Kami dari Mahasiswa Nawacita Republik Indonesia siap merawat keharmonisan hubungan antarwarga negara, dan bersikap toleran antarsesama warga negara Indonesia,” sambungnya.

Dalam aksinya, Mahasiswa Nawacita Republik Indonesia juga menegaskan kepada seluruh para elite politik di Indonesia agar tidak melakukan politisasi SARA, hoaks, serta politik uang. “Kami meminta secara tegas kepada seluruh elite politik di Republik Indonesia ini untuk berpolitik dengan etis, santun, arif dan bijaksana. NKRI harga mati, perdamaian dan persatuan bangsa Indonesia harga mati, untuk menyongsong Indonesia lebih sejahtera,” pungkas Abraham. (*/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *