NASIONAL

AGUN AKUI NUANSA PEMILU 2019 BERBEDA DIBANDING TERDAHULU

HARIANTERBIT.CO – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah momen besar dalam sejarah perjalanan ketatanegaraan bangsa Indonesia. Soalnya, baru untuk pertama kali pemilihan legislatif baik itu DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota yang penyelenggaraannya bersamaan dengan pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres).

Karena baru pertama kali, ungkap Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa sebelum digelar Seminar Kebangsaan bertema ‘Membangun Pemilu 2019 Yang Damai, Bersih dan Bermartabat’ di di Gedung Kura-kura Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/10), diharapkan partisipasi aktif tak hanya calon tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Partisipasi yang baik, kata politisi senior Partai Golkar itu, dapat menjadikan pemilu serentak ini berjalan lancar dan sukses. Diakui, nuansa pemilu kali ini memang berbeda dari sebelumnya. “Walau begitu, anggap saja pemilu ini biasa-biasa, rileks saja seperti mengadakan hajatan dari kita untuk kita,” ajak Agun.

Karena itu, Agun yang sudah lima periode dipercaya menjadi wakil rakyat mengajak semua pihak menciptakan suasana damai dan nyaman, menjaga agar tidak muncul dan menjadi besar hal-hal yang tidak baik seperti kecurangan, politik uang, fitnah memfitnah, berita bohong.

“Pemilu nanti membutuhklan kedewasaan seluruh calon, pendukung dan rakyat yang sangat beragam latar belakang. Inilah pentingnya sebuah kedewasaan bersama dan komunikasi politik yang baik dan bisa dimengerti semua orang,” papar laki-laki kelahiran Bandung, 60 tahun silam ini.

Selain itu, Agun mengajak pada hari pencoblosan, mereka yang memiliki hak suara untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menyalurkan hak politiknya dalam memilih pemimpin. Soalnya, suara yang diberikan bakal menentukan perjalanan bangsa untuk lima tahun ke depan.

Tahap untuk menuju pelaksanaan pemilu serentak ini sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Namun, sepanjang proses tahapan pemilu, Agun melihat adanya fenomena yang mengkhawatiran di kalangan masyarakat di mana munculnya fitnah, berita bohong yang menyerang paslon terutama untuk Pilpres 2019.

Hal tersebut dikhawatirkan akan semakin meruncing dan berpotensi menganggu integrasi dan persatuan serta kesatuan bangsa. Pentingnya membangun pemilu yang damai, bersih, sejuk dan bermartabat menjadi dambaan Agun.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga berharap, agar pemilu serentak nanti berlangsung lancar, tenang, damai, tanpa hoaks, fitnah memfitnah dan tanpa konflik.

“Ini harus dipahami benar, sebab semakin dekat pileg dan pilpres, suasana pasti semakin panas. Semua calon pasti berlomba untuk menaikkan elektabilitasnya melalui kampanye baik secara langsung atau melalui media sosial dan media lainnya.

Menurut Airlangga, kegiatan dukung mendukung terutama di media sosial sangat berpotensi berada di titik rawan konflik antar masyarakat pendukung. Di sinilah peran para calon baik pileg dan pilpres menjaga agar proses kampanye berjalan damai.

“Seluruh strategi kampanye semestinya dititik beratkan kepada mempersiapkan adu gagasan, visi misi dan program lainnya untuk kesjehateraan rakyat. “Semua harus objektif sehingga rakyat melihat semua calon tujuannya hanya satu, untuk kesejahteraan rakyat,” kata Airlangga.

Tampil sebagai nara sumber dalam seminar ini antara lain Kabag Intelkam Polri Komjen Pol Lutfi Lubihanto, Ketua Bawaslu, Guru Ilmu Politik Fisip UI Valina Singka Subekti, dan pakar Komunikasi Politik Fisip UI Eriyanto, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Sekjen DPP Partai Golkar Letjen (Purn) H Lodewijk F Paulus, Sekretaris Partai Golkar MPR RI Idris Laena. (art)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *