NASIONAL

JAZULI SERAHKAN HADIAH UMRAH KEPADA MIFTAHUL JANNAH

HARIANTERBIT.CO – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini memenuhi janji untuk memberikan hadiah ibadah umroh kepada pejudo Miftahul Jannah yang urung tampil membela nama bangsa dan negara pada ajang Asian Para Games 2018.

Pejudo putri berdarah Aceh yang bertarung di kelas -52 kg kategori low vision dijadwalkan menghadapi judoka Mongolia, Oyun Gantulga. Namun, dia batal bertarung karena memilih untuk mempertahankan hijabnya sehingga dirinya didiskwalifikasi.

Fraksi PKS resmi mengundang Miftahul Jannah ke kantor Fraksi PKS DPR RI untuk menerima hadiah. Sayang, Mifahul Jannah tak bisa memenuhi undangan itu karena belum diperbolehkan meninggalkan penginapan sebab masih ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

Akhirnya, Miftahul diwakili orang tua kandungnya, Salimin untuk menerima simbolis hadiah dari Fraksi PKS DPR RI dan mempersiapkan segala dokumen administrasi untuk keberangkatan umroh. Acara digelar bersamaan dengan momen Lomba Baca Kitab Kuning dan Milad Ke-14 Fraksi PKS DPR pada Rabu (10/10).

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyambut langsung kedatangan orang tua Miftahul. Hadir dalam kesempatan ini Ketua Majelis Syuro PKS Habib Dr Salim Segaf Aljufri dan sejumlah anggota Fraksi PKS DPR RI.

Menurut Jazuli, sikap memegang prinsip yang ditunjukkan Miftahul luar biasa dan bisa menjadi teladan bagi kita semua, baik dalam konteks pengamalan agama maupun konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Fraksi PKS sangat konsen dengan komitmen pada prinsip. Negara ini bubar karena warga negaranya sudah tidak lagi memegang prinsip. Saat ada remaja putri muslimah yang menunjukkan kokohnya memegang prinsip kita sangat hormat dan apresiasi, agar menjadi teladan bagi generasi milenial,” kata Jazuli.

Anggota Komisi I DPR RI ini berempati atas dilema yang dialami Miftahul Jannah. Ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Pada satu sisi, semangat untuk membela bangsa dan mendapatkan medali buat kontingen Merah Putih tetapi pada sisi lain, dia punya prinsip tidak mau menanggalkan hijabnya karena terikat aturan pertarungan di cabang judo.

“Kita tahu Miftahul Jannah memenangkan prinsip dia untuk tidak melepas hijab yang dikenakan. Ini sangat kita apresiasi. Karena itu, untuk menghibur meski tidak bisa mendapatkan medali buat Indonesia, Insya Allah Mifatahul Jannah dapat kesempatan emas berdoa di depan multazam,” kata Jazuli disambut tepuk tangan hadirin.

Wakil rakyat Dapil Provinsi Banten III ini menyesalkan Pemerintah maupun ofisial Indonesia tidak memperjuangkan sejak awal kebolehan mengenakan hijab untuk atlet kita. Jika hal itu dilakukan tentu kejadian ini bisa diantisipasi dengan baik dan atlet kita bisa bertanding.

“Pemerintah dan ofisial kita seharusnya bisa memperjuangkan kebolehan hijab dalam cabang ini sejak awal karena jelas ada kontingen kita di cabang olahraga ini yang berhijab. Miftahul sudah berlatih lama untuk pertandingan ini, tapi akhirnya gagal,” pungkas Jazuli.

Orang tua Mifathul Jannah, Salimin, nampak haru dan berurai air mata. Dia mengatakan Miftahul sangat senang dengan hadiah umrah ini dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan apresiasi berupa hadiah umroh yang diberikan Fraksi PKS kepada Miftahul. (art)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *