DAERAH

KWT AREN JAYA BEKASI PERKENALKAN KUDAPAN SEHAT B2SA

HARIANTERBIT.CO – Hati-hati, bahaya mecin maupun penyedap rasa yang berlebihan menyebabkan anak-anak menjadi ‘adidas’ (IQ di bawah dasar) dan lemot, demikian dikatakan Staf Ahli Dinas Ketahanan Pangan Setia Mekar Aswin Djuanda, saat memberikan pelatihan menu kudapan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Aren Jaya di Kantor Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Selasa (9/10).

Staf Ahli Dinas Ketahanan Pangan Setia Mekar Aswin Djuanda (kiri), dan Ketua KWT Aren Bekasi Yani (dua kiri), beserta ibu-ibu KWT lainnya saat menghadiri pelatihan menu kudapan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Kelompok Wanita Tani (KWT) Aren Jaya di Kantor Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Selasa (9/10).

Menurut Aswin, mulai sekarang cintailah anak-anak kita dengan membiasakan diri memberikan makanan yang sehat tanpa dimasuki unsur zat-zat kimia. “Efeknya sangat berbahaya bagi hidup anak di masa depan nanti,” ujarnya.

Mecin ataupun penyedap rasa, pewarna dan pengawet makanan lainnya sekarang ini ada di mana-mana. Banyaknya bumbu penyedap di tubuh, otak bisa kekurangan oksigen. Tidak heran timbul berbagai macam penyakit seperti kanker dan tumor.

“Ironisnya meskipun kita sudah kemoterapi berbulan-bulan, jika sedikit saja terkena makanan yang mengandung mecin, perawatan kemoterapi akan sia-sia, karena kanker akan kembali ke awal, mengganas lagi dan bisa menimbulkan kematian,” tandas Aswin.

Aswin mengimbau kepada para ibu, kalau sayang anak, jadilah sekarang ibu yang cerdas, dengan memberikan asupan makanan yang sehat. “Bisa dibuktikan sekarang ini, usia 35 sudah telmi (telat mikir-red) dan terkena stroke. Jika dibandingkan dengan orang-orang zaman dulu, tanpa menggunakan bantuan alat pun mereka bisa menghitung dan menjawab dengan cepat,” katanya.

“Makanya sekarang para ibu, jadilah ibu yang cerdas. Berikan makanan dari olahan sendiri seperti yang dibuat oleh ibu-ibu KWT Aren Jaya ini, dengan mengurangi pemakaian makan beras dan menggantikannya dengan ubi jalar, terutama ubi jalar ungu. Ubi jalar ungu banyak mengandung oksigen dan vitamin lainnya yang berkhasiat bagi kesehatan,” sambung Aswin.

Peran serta ibu-ibu KWT, seperti praktek membuat kreasi makanan dari ubi jalar ungu, disambut gembira oleh Kepala Bidang Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Zaenal. Menurutnya, ini bagus sekali, selain bisa menambah penghasilan untuk membantu keluarga, juga bisa menghasilkan anak dan keturunan yang cerdas, dengan cara mulai sekarang kita belajar mengurangi ketergantungan makan dengan beras.

Zaenal yang juga Wakil Ketua 1 di Dinas Ketahanan Pangan mengatakan, setiap orang membutuhkan beras 98 kilogram per tahun. Jadi bila dihitung rata-rata per orang membutuhkan 300 gram beras per hari. Setidaknya mulai sekarang konsumsi beras dikurangi per orangnya menjadi 90 kg per tahun, itu sudah bagus. Salah satunyanya dengan konsumsi ubi jalar ungu ini, selain banyak khasiatnya juga mengandung anatar lain, oksigen, serat dan vitamin.

“Ubi jalar ungu rasanya pun sangat enak dan lembut, bagus dan mudah dicerna oleh pencernaan terutama bagi para ibu lansia yang memiliki asam urat, jantung dan kolesterol,” ujar Zaenal.

“Agar ubi ini digemari oleh anak anak zaman now (zaman sekarang-red), kita misalkan membuat variasi seperti ubi gulung tempe teriyaki. Ini anak-anak sekarang pasti suka. Jadi tidak hanya dikukus, digoreng ataupun sekadar teman makan rujak. Ubi ungu ini bisa dijadikan makanan pokok kita sehari-hari,” tambahnya.

Kabid Ketersediaan dan Kerawawan Pangan Yusup (kiri), Wakil Ketua I Dinas Ketahanan Pangan Zaenal, dan Staf Ahli Dinas Ketahanan Pangan Setia Mekar jadi narasumber dalam pelatihan menu kudapan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Kelompok Wanita Tani (KWT) Aren Jaya di Kantor Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Selasa (9/10).

Oleh karenanya untuk mempopulerkan makanan dari ubi ungu, Kabid Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan ini, akan melombakan hasil karya kelompok KWT Aren Jaya ke jenjang yang lebih luas lagi. Dan pada kesempatan yang sama, ibu-ibu KWT ini juga mempromosikan hasil panen sawi dengam membuat kebab dan brownis tiwul kukus yang tak kalah nikmatnya.

Selain dihadiri staf ahli dari Dinas Ketahanan Pangan Setia Mekar Aswin Djuanda Kabid Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Zaenal, juga hadir pada acara jumpa KWT Aren Jaya yakni ini, Ketua KWT Aren Jaya Yani, Kabid Ketersediaan Pangan Yusup, Kasi promosi Juwita, dan Kasi Konsumsi Umiri. (*/lina)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *