BISNIS

HGU BELUM TERBIT, PT PKGD MINTA RESTU KEMENTERIAN ATR/BPN

HARIANTERBIT.CO – Perusahaan Terbatas Puncak Keemasan Garam Dunia (PT PKGD) sudah beberapa kali mengajukan permohonan izin, ada dugaan pengurusan hingga saat ini belum diterbitkan Hak Guna Usaha (HGU) sejak 1992 dengan berbagai alasan oleh pemda setempat.

”Klien kami PT PKGD mengambil alih pengelolahan lahan yang terdapat dalam SHGU No 6/1992 dari PT PGGS. Oleh karena itu HGU PT PGGS di akuisisi sejak 2017 oleh PT PKGD. Setelah di ambil alih, PT PKGD memintah restu kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), tapi mengapa sampai sekarang sulit dikeluarkan izin usaha industri garam tersebut,” ujar Ketua Tim Kuasa Hukum PT PKGD, Henry Indraguna melalui WhatsApp (WA), Senin (1/10).

HGU PT Panggung Guna Ganda Semesta (PT PGGS) sejak 1992 telah di akuisisi 100 persen saham barunya oleh perusahaan PT PKGD sejak tahun 2017, di atas lahan seluas 3.720 hektare. Setelah diambil alih PT PKGD, mereka telah membangun pra infrastruktur.

“Ironisnya di atas lahan HGU yang terbentang dari Desa Oebelo hingga Nunkurus seluas 3720 hektare, bahkan sudah berdiri sejumlah perusahaan garam lain atas restu dan izin Pemerintah Kabupaten Kupang,” jelas Henry.

Padahal PT PKGD akan berinvestasi dalam menjalankan usaha industri garam ini mencapai Rp1,8 triliun. Ini bukti niat tulus perusahaan klien kami mau membantu masyarakat sekitar dalam menaikkan taraf hidup dan membantu masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang layak dengan membuka lapangan kerja. Dengan memanfaatan dan pengelolaan lahan untuk industri garam dalam rangka mendukung swasembada garam nasional.

Menurut Henry, sudah beberapa kali mengajukan permohonan izin amdal dan lainnya, tapi hingga saat ini belum juga diterbitkan dengan berbagai alasan. Ada dugaan pemda mempersulit mengenai perizinan.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Kupang dan sejumlah masyarakat pemilik lahan menolak dengan tegas. Menolak kehadiran pemilik HGU PT PGGS yang kemudian diakuisisi oleh PT PKGD, karena dinilai telah menelantarkan lahan potensial garam selama 1992 hingga 2017. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *