PERISTIWA

TIGA STAF AHLI MENTERI GABUNG DENGAN IMO-INDONESIA

HARIANTERBIT.CO – Tiga staf ahli menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menyatakan siap bergabung dan menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia.

Ketiga pakar tersebut yakni, Staf Khusus Menteri Koordinator Politik, Keamanan dan Hukum (Menko Polhukam) Bidang Hukum DR Indra Fahrizal, Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Antiteroris Prof Sri Yunanto, dan Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Prof Dr Henri Subiakto SH, MA.

“Ini merupakan kebanggaan bagi IMO-Indonesia karena para pengurusnya para pakar dengan gelar doktor,” kata Ketua Dewan Pendiri IMO-Indonesia Rudi Sembiring Meliala, seusai melakukan audiensi di Kemenkominfo, Senin (24/9) sore.

Mantan aktivis buruh ini menerangkan, audiensinya bertemu dengan Prof Dr Henri Subiakto, Senin (24/9), sekitar pukul 09.09 WIB. “Beliau pakar dari UU ITE dan pemrakarsa lahirnya ITE di dunia maya,” jelas Rudi, didampingi Edy Prabowo.

Saking apresiasinya, lanjut ‘halak’ Batak Karo ini, Prof Dr Henri meminta anggota IMO-Indonesia tidak hanya sebatas media online, juga media sosial dan e-commers. “Masa depan itu ada di media online. Dia juga menjanjikan IMO-Indonesia menjadi konsituen Dewan Pers,” tandas Rudi mengutip pandangan Prof Dr Henri.

Ketua Dewan Pendiri IMO-Indonesia Rudi Sembiring Meliala (kanan), bersama tiga staf ahli menteri Kabinet Kerja yakni, Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Hukum DR Indra Fahrizal (dua kanan), Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Antiteroris Prof Dr Sri Yunanto MSi (dua kiri), dan dan Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Prof Dr Henri Subiakto SH, MA [inzet].
“Kata Prof Henri, IMO-Indonesia sangat bagus mewadahi media online, sehingga perlu diperjuangkan masuk ke Dewan Pers,” tambah Rudi Sembiring, sambil menyebut syarat masuk ke Dewan Pers memiliki 15 DPW dan 200 perusahaan media online.

“Syarat itu, insya Allah terpenuhi,” ucap Rudi saat audiensi dengan anggota Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun, beberapa waktu lalu.

Sementara itu kerja sama dengan dua staf khusus Menko Polhukam akan dilakukan dalam penanggulangan terorisme melalui jurnalistik.

“Jadi, menurut Dr Sri Yunanto, IMO-Indonesia punya andil menanggulangi terorisme, termasuk menjaga NKRI dan kebhinekaan,” jelas Rudi, sambil menambahkan, kerja sama ini akan dilakukan setelah Munas IMO-Indonesia Pertama di Hotel Grand Cempaka pada 27-28 September 2018, yang rencananya akan dihadiri Menkominfo Rudiantara.

Rudi juga menuturkan, kerja sama ini akan berlangsung di setiap provinsi. “Kita ingin berbeda dengan terdahulu,” pungkas Rudi Sembiring Meliala mengakhiri obrolan di sekretariat munas, Thamrin City Tower Jakarta Pusat. (rel/lian)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *