NASIONAL

REKTOR UNINDRA: DIBEKALI PENDIDIKAN AKHLAK, JANGAN KHAWATIR HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

HARIANTERBIT.CO – Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI kembali menggelar acara wisuda ke-63. Acara wisuda kali ini diikuti 1.315 lulusan yang terdiri dari 1.155 lulusan program Strata 1 (S1), dan 160 lulusan Strata 2 (S2), di Sasana Krida Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Sabtu (22/9).

Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto mengemukakan, dengan jumlah mahasiswa yang lebih dari 36 ribu saat ini memang sangat wajar jika setiap lulus tahun akademik rata-rata 6-7 ribu yang diluluskan sehingga tidak mungkin hanya wisuda satu atau dua kali.

“Walaupun banyak lulusan ini, kami berusaha semaksimal mungkin konsisten dengan aturan-aturan yang berlaku terutama mengenai pelaporan, ke depannya Unindra sedang terus memprioritaskan bagaimana senantiasa meningkatkan mutu pembelajaran, sehingga pada akhirnya outcome lulusan akan semakin baik. Selain meningkatkan mutu akademik dosen, juga sarana dan prasarana terus dikembangkan,” kata Sumaryoto, saat acara wisuda mahasiswa Unindra ke-63, seperti disampaikan dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Minggu (23/9).

Terkait kondisi saat ini, pesatnya teknologi dan informasi di mana dalam dunia industri dikenal dengan nama revolusi industri 4.0 yang artinya nanti mekanisasi akan berkembang pesat luar biasa. Banyak tenaga manusia yang akan digantikan dengan komputer dan robot. Sekarang mulai terasa dan mengancam, sementara saat ini sudah banyak yang menganggur.

Sumaryoto berpesan, agar tidak perlu khawatir, karena lulusan Unindra sudah dibekali dengan pendidikan agama selama dua semester dengan materi pendidikan akhlak yang matang agar dapat berpikir dengan jernih. “Kita ini adalah manusia biasa sebagai makhluk, artinya ada Yang Mahakuasa dan Maha Mengatur,” ujarnya.

Sesuai dengan keyakinan kita, lanjut Sumaryoto, apabila kita hidup mau berusaha, disiplin dan beriman, maka insya Allah tidak akan kesulitan. “Selain itu apa pun nanti pekerjaan dan profesi kita, hanya Allah yang tahu karena Allah Yang Maha Mengatur,” ucapnya memberi motivasi kepada para lulusannya.

Sumaryoto mengungkapkan, ada tiga hal yang perlu dicermati dalam hidup ini, yaitu jika bicara tentang pribadi janganlah berpikir tentang hak, serahkan kepada Yang Mahakuasa tetapi yang harus kita pikirkan adalah kewajiban apa pun profesi dan jabatannya. Kedua, usahakan kita memberi lebih dari yang diminta. “Ketiga, selalu memudahkan urusan orang lain, karena kita akan dimudahkan oleh Allah,” pungkasnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *