NASIONAL

DUKUNG ASIAN GAMES 2018, CMNP GANDENG CAS GELAR LOMBA MURAL

HARIANTERBIT.CO – Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk Tito Sulistio mengatakan, mural yang menghiasi tiang-tiang jalan layang tol itu diharapkan mampu menjadi spirit bagi para atlet, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan pelaksanaan Asian Games 2018.

“Tidak hanya sebatas itu, mural ini juga bisa menjadi prasasti dan artefak atas hajatan besar empat tahunan yang diikuti 45 negara se-Asia, dan kelak akan selalu dikenang oleh para generasi penerus bangsa tercinta ini,” kata Tito Sulistio, dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, pada acara Opening CMNP Mural Competition, di Lobi Gedung Citra Marga, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (4/8).

Sementara itu, Funder Cas Aidil Usman mengatakan, perusahaan infrastruktur jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk menggandeng Cikini Art Stage (CAS) menyelenggarakan kompetisi mural dalam rangka menyambut Asian Games 2018. Kompetisi yang bertajuk CMNP Mural Competition 2018 itu diselenggarakan secara nasional dan diikuti muralis terbaik dari berbagai komunitas perupa di Indonesia, termasuk sejumlah seniman mural yang karyanya telah mendunia.

Kegiatan seni budaya yang diinisiasi para seniman yang tergabung dalam wadah Cikini Art Stage (CAS) dan sepenuhnya difasilitasi PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk. “Kegiatan lomba mural ini merupakan ide awal kami dari para seniman, dan alhamdulillah disambut baik serta difasilitasi oleh CMNP,” kata Aidil.

Diikuti 73 Muralis
Kegiatan lomba mural tersebut dilaksanakan pada 4-7 Agustus 2018, yang sebelumnya dilakukan seleksi atas desain dan konsep gambar para calon peserta melalui pendaftaran online maupun via email. Proses penyeleksian konsep dan desain mural dilakukan secara transparan dan objektif, yang melibatkan unsur CMNP dan CAS.
“Pada seleksi ini, kami memilih 73 muralis terbaik dari ratusan pendaftar, dan poin utama yang menjadi penilaian ialah konsep harus sesuai tema yakni, “Culture and Diversity Energy of Asia’,” ujarnya.

Desain yang berbau SARA, fasis dan kekerasan tentu haram hukumnya untuk diikutkan dalam kompetisi seni ini yang diikuti 73 peserta lolos seleksi, yang nantinya akan mengaplikakan konsep mereka pada tiang-tiang jalan layang tol sebagai media mural. Tiang-tiang jalan layang tol di bawah naungan operator CMNP itu berada di jalan bypass kawasan Rawamangun-Pulomas-Sunter.

Dalam pelaksanaan kompetisi itu, semua logistik dan peralatan disediakan panitia, baik cat (tujuh warna primer), kuas, roll, trigger maupun scafolding. Para peserta harus menyelesaikan karyanya dalam waktu empat hari, yang dimulai 4 Agustus 2018 pukul 10.00 WIB hingga 7 Agustus 2018 pukul 15.00 WIB. “Karya mural yang telah selesai dilukis pada 73 tiang tol tersebut, pada hari itu juga para dewan juri yang terdiri dari Hanafi (perupa), Bambang Asrini Widjanarko (kurator seni rupa), dan Seno Joko Suyono (wartawan senior seni budaya) akan memilih tiga karya terbaik utama, satu terbaik harapan dan 10 karya pilihan panitia,” ujar Aidil.

Sedangkan, Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan positif tersebut. Sebab, kegiatan tersebut juga menciptakan estetika tersendiri dengan mural hasil karya para peserta. “Kegiatan positif ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman, karena kebetulan pilar-pilar jalan tol kita ini warnanya sudah mulai tidak kelihatan. Yang penting adalah ini bahannya ramah lingkungan,” kata Sugiyarto. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *