PERISTIWA

CEGAH PENGGELAPAN UANG DI LAPAS, DITJEN PAS LUNCURKAN JEERA WALLET

HARIANTERBIT.CO – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM bekerja sama dengan Jeera Foundation, Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Kopasindo) dan Nuro meluncurkan program dompet eletronik (Jeera Wallet), di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Senin (30/7).

Jeera Wallet adalah sistem manajemen digital yang pada esensinya program ini sebagai unsur pembinaan, namun juga memaksimalkan potensi kreativitas, keahlian, dan keterampilan dengan harapan dapat membantu menyalurkan dan mengelola berbagai hasil keterampilan warga binaan pemasyarakatan.

“Salah satu sistem manajemen digital yang hari ini diluncurkan adalah dompet elektronik (Jeera Wallet),” ujar Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, seperti dikutip dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Senin (30/6).

Diakui Sri, lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia sekarang memiliki citra negatif, karena banyaknya kasus penggelapan uang. Karena itu, berbagai usaha terkait pembinaan dan pengawasan harus ditopang dengan suatu terobosan sistem baru, terutama yang terkait dengan peredaran uang tunai di dalam penjara.

“Melalui Jeera Wallet ini, penghuni lapas dan warga binaan dapat melakukan aktivitas jual-beli dengan otentifikasi sidik jari mereka. Sehingga, digitalisasi dana tunai dapat diawasi keabsahan sumber dana, dan kerahasiaan data pemilik akun,” tutur Sri Paguh Budi Utami.

Sebab, ujarnya, sistem ini tidak saja menunjang kegiatan penyelenggaraan kebutuhan sehari-hari yang akan disediakan oleh Kopasindo. Tapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengawasi lalu lintas uang berbasis digital di dalam penjara.

“Dengan demikian, tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam penjara, karena selain tidak aman, juga berpotensi menjadi alat untuk penyelewengan. Penjara kini menjadi lingkungan cashless,” pungkas Sri.

Sementara itu, salah satu pemrakarsa Jeera Foundation yang juga mantan warga binaan, Rino Laude menyatakan, ekosistem dan pelayanan ini sangat cocok bagi narapidana dan warga binaan yang telah kembali ke tengah-tengah masyarakat.

“Mereka dapat berusaha mandiri dengan menyalurkan hasil karya dan brand mereka sendiri. Yang juga menarik adalah, seluruh solusi manajemen usaha digital ini tidak menggunakan sumber dana negara. Jadi 100 persen swadaya Jeera Foundation,” kata Rino.

Dengan adanya Jeera Wallet ini, diharapkan dapat menyalurkan potensi kreativitas warga binaan di dalam penjara seluruh Indonesia. Alasannya, hasil karya mereka akan meningkat kualitasnya, dan diminati pasar yang pada akhirnya menciptakan kesejahteraan bagi para warga binaan. (*/dade/rel)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *