TNI

TANGKAL RADIKALISME, DANREM 061/SK AJAK SELURUH ELEMEN MASYARAKAT JADI PELOPOR MENJAGA KEBERAGAMAN

HARIANTERBIT.CO – Bertempat di Gedung Bale Seda Kencana, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Muhammad Hasan SH menghadiri serta menjadi narasumber pada acara “Forum Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dalam Pengembangan Kearifan Lokal Se Wilayah I Jawa Barat”, Kamis (19/7).

Acara tersebut dibuka oleh Plt Kepala BKPP Wilayah Jawa Barat I Dr Ir Supriyatna MM, dan dihadiri oleh Dosen IPB Dr Ir Latif M Rochman, MSc, MBA yang tampil sebagai moderator. Hadir pula sebagai narasumber Dosen Universitas Pasundan Bandung Dr H Wawan Setiawan MSi, dan pejabat Pemda Kota dan Kabupaten Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Dandim 0606/Kota Bogor, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Dandim 0608/Cianjur, Pgs Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Wakapolresta Bogor, tokoh masyarakat dan tokoh agama se wilayah I Jabar.

Danrem 061/Sk yang pada acara tersebut hadir selaku narasumber menyampaikan, bahwa ancaman teroris merupakan ancaman global yang terorganisir dengan baik dan militan, yang tidak mempedulikan wanita maupun anak-anak.

“Aksi teroris dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa, kejahatan lintas negara, kejahatan yang terorganisasi dan kejahatan serius. Aksi terorisme lebih banyak menggunakan bom sebagai modus operandi serta serangan-serangan yang di laksanakan secara mendadak,” kata Muhammad Hasan, dalam siaran persnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (19/7).

Selain itu, tambah Hasan, terorisme telah menjadikan agama sebagai kendaraan, di mana kebenaran ajaran dibajak dan dimonopoli sebagai alasan pembenaran dalam melaksanakan aksinya.

“Radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik, selalu mengedepankan perubahan secepatnya yang mengarah pada kekerasan dan bersifat ekstrem –tidak biasa–, merupakan bentuk dari keinginan yang lebih cepat untuk melaksanakan perubahan,” ujarnya.

Di akhir pengarahannya, Danrem mengharapkan kepada pemda, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjadi pelopor dalam menjaga keberagaman, mendukung pemda dalam menyejahterakan masyarakat, membantu dan mendorong Polri dalam menegakkan undang-undang di wilayah, serta menjadi benteng bagi NKRI, dan mampu mengorganisir, serta mengendalikan ormas untuk dilibatkan dalam kegiatan kerukunan beragama guna mewujudkan dan memelihara kondusivitas wilayah.

Setelah pengarahan Danrem, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari peserta acara, di mana di akhir acara moderator menyampaikan kesimpulan.

“Dengan semakin gencarnya pengaruh luar untuk menguasai kedaulatan bangsa dan dari internal sendiri dengan adanya kelompok-kelompok di masyarakat, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan serta bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat turut menjaga kondusivitas wilayah agar terhindar dari perpecahan bangsa,” kata Latif M Rochman. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *