KASUS

PENYIDIK DARI POLSEK BUBUTAN DILAPORKAN KE PROPAM MABES POLRI

HARIANTERBIT.CO – Diduga memaksakan proses hukum dugaan tindak pidana pengerusakkan gembok dan menetapkan Zein Badjeber sebagai tersangka, penyidik Polsek Bubutan, Jawa Timur diadukan kepada Divisi Propam Mabes Polri

Penyidik juga telah mengirim berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, tidak terpenuhi 2 (dua) alat bukti yang cukup sebagaimana ditentukan dalam Pasal 184 KUHAP dan Putusan Mahkamah Republik Indonesia Nomor 21/PUU-XII/2014 maupun Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindan Pidana.

Karena itu, penetapan status tersangka Zein oleh Polsek Bubutan dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya penerbitan surat yang menyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya adalah tindakan sewenag-wenang yang tidak beradasarkan atas hukum, tidak terdapat cukup bukti dan cacat hukum.

Dasar itulah yang membuat Indonesia Criris Center (ICC), lembaga independen yang didirikan oleh Tokoh-tokoh Angkatan 45 DKI Jakarta, yang bergerak dalam rangka penegakan hukum (terutama pemcegahan korupsi), yang telah menerima keluhan / pengaduan itu, selanjunya melaporkan hal itu kepada Divisi Propam Mabes Polri.

“Guna menghindari kejadian serupa dan dalam rangka mengembalikan kewibawaan penegak hukum, kami mohon permasalahan tersebut dapat diusut tuntas dan ditindak tegas terhadap oknum Polisi yang dapat mencoreng nama baik institusi kepolisian RI, dan segera dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Untuk itu ICC akan selalu memantau perkembangan proses hukumnya,” ucap Ketua Umum ICC HR Djoko Sudibyo, SH didampingi Kepala Divisi Invdestigasi ICC Rachmat kepada Amunisi di Jakarta, Sabtu (14/7).

“Secara resmi kami sudah layangkan surat Nomor 300/ICC/SRT/VII/2018 tertanggal 9 Juli 2018,“ tambah Djoko Sudibyo.

Kronologi Kasus

Menurut Djoko Sudibyo maupun Rachmat, yang memberikan keterangan secara bergantian, Zein, yang memohon perlindungan hukum itu adalah sebagai pemilik atas obyek tanah dan bangunan berupa gudang yang terletak di Jalan Kasuari Nomor 23 Surabaya dengan bukti hak berupa SHGB Nomor : 01156/Kel. Krembangan Selatan atas nama pemohon, dan kawan-kawan dengan luas 935 M2.

Tanah itu berdasarkan waris dari orang tua pemohon sebagaimana Surat Keterangan Waris dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Kantor Wilayah Jawa Timur Balai Harta Peninggalan Surabaya Nomor : W10.C.Sba.AH.06.10-34/560/III/12/Sby tertanggal 09 Januari 2013 dari Mendiang Faisal Z. Bajabir/Faizal Zein Bajabir/Faisal Bin Zen Badjeber Bin Zein Ali Badjeber/Zein Badjabir/Paisal Zb/Faisal Zb, yang meninggal dunia tanggal 28 September 2012 di Surabaya dalam usia 75 tahun.

Riwayat tanah tersebut berasal dari Persil Eig 136 dahulu Jalan Penjara 23 Surabaya milik Sceha Syifa dan Sceha Rugaya Al Amudi. Tahun 1934 tempat tersebut disewa (VB) oleh Zein bin Ali Badjabir untuk Kantor Cabang FA Java Trunk.Tahun 1941 terjadi jual-beli bangunan yang berdiri di atas tanah negara atau numpang karang (Akte terlampir).Tahun 1950 Zein bin Ali Badjabir memberikan hibah kepada Faisal bin Zein Badjabir (putra Zein bin Ali Badjabir). Tahun 1959 Zein bin Ali Badjabir meninggal dunia.

Tahun 1967 perubahan badan hukum dari FA Java Trunk menjadi CV. Java Trunk Company dan semua aset-aset selain bangunan dan tanah dirupakan saham usaha; tanah Eig 136 adalah tanah negara, bangunan yang berdiri diatas Eig 136 milik Faisal Zein Badjabir sebagai hibah dari Alm. Zein bin Ali Badjabir.

Pada tahun 1991 Holid Abaud Bawazzir masuk sebagai pemegang saham di perseroan CV. Java Trunk Company sebesar 40% (menggantikan saham Keluarga Badjabir). Dan pada saat itu di lokasi tersebut dipergunakan sebagai aktivitas usaha CV. Java Trunk Company.

Kemudian, pada tahun 2010 Faisal Zein Badjabir mengajukan permohonan hak atas tanah persil Eig 136 Jalan Kasuari 23. Dimulai dari pengajuan surat izin penghuni (SIP), pengukuran dan pada tahun 2011 terbitlah peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional Surabaya I. Pada tahun 2012 Faisal Zein Badjabir (ayah dari Zein Badjabir) tersangka KUHP Pasal 406 meninggal dunia.

Pada tahun 2014 terbit SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) No. 01156 atas nama ahli waris dari Alm. FAisal Zein Badjabir terdiri dari Eva Ahmad Baswedan, Ahmad Riza Badjabir, Anni Zairina Badjabir, Zein Badjabir, Ridwan Badjabir, Munif Badjabir, dan Fairus Badjabir.

Pada saat terbit SHGB No. 01156 di dalam lokasi Persil Kasuari 23 masih dipergunakan aktivitas CV. Java Trunk Company (dari seluruh ruangan, hanya 2 ruangan yang dipakai dipakai oleh pemilik SHGB 01156.

Pada bulan Januari 2016 seluruh saham dari CV. Java Trunk Company (100%) telah dibeli oleh Holid Abaud Bawazii

Bahwa pada tanggal 9 Juni 2016 terjadi peralihan hak dari pemilik SHGB 01156 kepada Subianto Wijaya Clear & Clean dan ada perjanjian yang mengikuti AJB batas penyerahan fisik gudang sampai dengan 30 September 2016.

“Atas adanya Peralihan tersebut pemohon telah mengajukan Somasi. Kemudian, adanya somasi tersebut Pihak CV. Java Trunk Company melalui direkturnya Humam Baktir melakukan gugatan di PTUN (Peradilan Tata Usaha Negara) untuk membatalkan SHGB 01156, sebagai tergugat BPN Kanta Surabaya II dan kami/Pemohon melakukan intervensi gugatan sebagai pemilik SHGB 01156,” ucap Rachmat.

Peralihan Hak di BPN didaftarkan tanggal 14 Januari 2016, dan Surat Perintah Stor Peralihan Hak pada tanggal 24 Juni 2016, karena Buku Tanah yang ada di BPN dinyatakan hilang, maka proses peralihan hak tertunda.

Tanggal 27 Juli 2016 keluarlah Surat Blokir dari BPN berdasarkan gugatan dari CV. Java Trunk Company kepada BPN di PTUN bertepatan dengan gugatan itu dinyatakan sempurna, maka terbitlah Surat Blokir dari BPN Kanta Surabaya II.

“Ini sebagai bukti bahwa terbitnya Surat Blokir pada tanggal 27 Juli 2016 disesuaikan/menunggu dinyatakan sempurna gugatan CV. Java Trunk Company kepada BPN Kanta Surabaya II di PTUN Surabaya (terlihat rekayasa blokir yang dilakukan oleh oknum BPN),” ujar Rachmat.

Kemudian, tanggal 15 Juli 2016 terjadi tindak pidana Pasal 167 KUHP dimana pihak CV. Java Trunk Company dengan mengutus Sdr. Ali Mustofa cs melakukan penyerobotan (masuk pekarangan tanpa izin) ke dalam gudang Kasuari 23 Surabaya, yang mana setelah melakukan penyerobotan di depan gudang dipasang banner, rantai dan digembok

Dan pada waktu pihak CV. Java Trunk Company melakukan penyerobotan, posisi gudang dalam keadaan dikuasai/digembok dan disegel oleh pemilik syah SHGB 01156 dan di dalam gudang pada saat itu.

Saling Lapor

Sejak bulan Juli 2016 inilah terjadi saling melapor ke polisi antara CV. Java Trunk Company (Humam Baktir) dengan Zein Badjabir. Zein melaporkan . Ali Mustofa dkk (CV. Java Trunk Company), dengan No LP LP/70/VII/16 Jatim/Restabes Surabaya/Sektor Bubutan, Pasal 167 KUHP tanggal 19 Juli 2016 proses penyelidikannya.

Pada bulan Agustus 2016 telah dilimpahkan pada Polrestabes Surabaya. Karena standing pelapor dinyatakan tidak syah karena telah melakukan peralihan hak kepada Sdr. Subianto Wijaya dan Subianto Wijaya tidak bersedia memberikan surat kuasa, maka laporan tersebut dinyatakan kurang bukti (SP3).

Zein juga dilaporkan oleh Humam Baktir dengan No. LP LP/316/B/7/2016/Jatim/Restabes Surayabaya/Sek Bubutan Tgl. 1 Agustus 2016 sangkaan Pasal 406 KUHP sesuai dengan Sprint-Sidik/75/B/VIII/2016/Reskrim Tgl.5 Februari 2018.

Pada 20 Juni Zein Badjabir yang telah ditetapkan menjadi tersangka menerima Surat Panggilan No. S.PGL/17/VI/2018/Reskrim tanggal 26 Juni 2018. Isi dari surat panggilan akan untuk ditahap dua kan ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya dalam dugaan tindak pidana pengrusakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406 atas pelapor Sdr. Humam Baktir.

“Nah, penetapan ini benar-benar dipaksakan, melihat standing dan alas hak pelapor dan pihak penyidik tidak mempertimbangkan alas hak terlapor/tersangka dan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara / Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan hukum antara CV. Java Trunk Company (Humam Baktir) dengan SHGB No. 01156 dimana putusan kasasi menyatakan bahwa CV. Java Trunk Company telah menyewa tetapi menyewa kepada siapa tidak bisa dibuktikan secara hukum,” tambah Djoko Sudibyo.

Sekitar tanggal 28 Juni 2018 Zein Badjabir dengan didampingi kuasa hukum menghadap penyidik untuk memenuhi surat panggilan No. S.PGL/17/VI/2018/Reskrim. Tetapi setelah sampai di Kejaksaan Negeri Perak Surabaya ternyata tersangka akan ditahan (dititipkan di Medaeng) padahal unsur yang disangkakan adalah Pasal 406 KUHP, tetapi pihak penyidik dan Jaksa tetap berkeinginan untuk menahan tersangka.

“Untuk itu tersangka meminta perlindungan hukum kepada Dit. Propam Mabes Polri agar tersangka mendapat perlindungan hukum,” ujar Djoko lagi. Laporan ditembuskan kepada Wapolri, Irwasum Mabes Polri, Karowasidik Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, Kabid Propam Polda Jawa Timur dan Kapolrestabes Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *