PERISTIWA

PANGLIMA TNI: SYEKH NAWAWI AL BANTANI, ULAMA BESAR YANG SANGAT MEMPERHATIKAN PENDIDIKAN LOKAL

HARIANTERBIT.CO – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto SIP menghadiri acara peringatan Haul Ke-125 Syekh Nawawi Al Bantani, Jumat (13/7) malam.

Kedatangan Panglima TNI disambut oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof DR Ma’ruf Amin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Tanara di Kabupaten Serang, Banten.

Pada acara haul tersebut, Panglima TNI menyampaikan sambutannya, mengatakan, umat Islam Indonesia harus menjadi umat yang maju, dan berwawasan luas dalam menjalankan ibadah sekaligus menjadi motor bagi persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat cinta Tanah Air.

“Bangsa Indonesia sangat besar dan majemuk, tanpa disadari bahwa bangsa ini memiliki keanekaragaman gen, kebudayaan dan juga harum namanya. Oleh karena itu saya merasa sangat terhormat dan bangga serta bisa turut hadir di sini dalam rangka haul Syekh Nawawi Al Bantani ke-125,” kata Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, Syekh Nawawi Al Bantani seorang ulama besar yang banyak dapat diteladani dari kehidupannya. “Setidaknya ada hal penting yang bisa kita teladani dari perjuangan beliau yang berupaya benar-benar mengamalkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam,” tuturnya, melalui siaran pers Puspen TNI yang diterima HARIANTERBIT.co, Jumat (13/7) malam.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan, Syekh Nawawi Al Bantani sangat memahami Islam dengan sangat baik melalui pengalaman yang mendalam terhadap Al-Quran dan hadis. “Beliau sangat memperhatikan pendidikan lokal dengan mengajarkan ilmu yang telah diperolehnya kepada orang-orang di sekelilingnya, serta menyadari bahwa pemahaman yang benar terhadap kandungan Al-Quran dan hadis adalah hal yang mendasar dalam beribadah,” ujarnya.

“Kecintaan Syekh Nawawi Al Bantani kepada Tanah Air yang sangat besar dan dibutuhkan dalam pemersatu bangsa saat itu untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” imbuh Panglima TNI.

Pada acara haul ke-125 Syekh Nawawi Al Bantani juga dihadiri antara lain, Mensos M Idrus Marham, Kapolda Banten Brigjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo MSi dan Danrem 064 Maulana Yusuf Serang Kolonel Czi Budi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto SIP saat diterima Ketua MUI Prof DR Ma’ruf Amin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (13/7) malam.

Bahan Refleksi
Sementara itu, secara terpisah, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) Hery Haryanto Azumi mengatakan, peringatan haul Syekh Nawawi Al Bantani harus menjadi refleksi penting dalam konteks Islam dan kebangsaan.

“Dalam konteks Islam, Syekh Nawawi itu adalah ulama sangat berpengaruh bagi tumbuh dan hadirnya kitab-kitab kuning di Indonesia,” kata Hery.

Hery menuturkan, Syekh Nawawi merupakam seorang ulama dan intelektual yang produktif menulis kitab, jumlah karyanya tidak kurang dari 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis.

“Beliau itu ulama besar, seorang intelektual yang produktif. Karena kemasyhurannya, beliau kemudian dijuluki Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz), al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni),” tambahnya.

Selain itu, Syekh Nawawi juga merupakan gurunya para ulama di Indonesia. Para murid Syekh Nawawi merupakan para pendiri ormas di Indonesia yang berjuang melawan penjajah dengan semangat cinta tanah air (hubbul wathon).

Di antara murid Syekh Nawawi antara lain Syekh Kholil Bangkalan, Hadratus Syekh Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, KH Asnawi Kudus, KH Tubagus Bakri, dan KH Arsyad Thawil dari Banten.

“Syekh Nawawi itu gurunya para ulama di Nusantara. Murid-murid beliau di Indonesia gigih menyuarakan cinta Tanah Air (hubbul wathon). Ormas-ormas Islam yang didirikan oleh murid-murid Syekh Nawawi berhasil memadukan nasionalisme dengan Islam sebagai ijtihad politik khas Nusantara,” ujar Hery.

Sebagai informasi, Syekh Nawawi Al Bantani merupakan ulama besar asal Banten yang menjadi imam besar di Arab Saudi. Berkat keilmuannya di bidang agama Islam, Syekh Nawawi menjadi ulama yang disegani di Tanah Air dan Arab Saudi.

Syekh Nawawi Al-Bantani lahir di Tanara, Serang, 1230 Hijriah atau 1813 M, dan meninggal di Mekkah pada 1314 H atau 1897 M. Dia ialah seorang ulama Indonesia bertaraf internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *