KASUS

KASUS PENGANIAYAAN LIBATKAN OKNUM ANGGOTA DPR DILIMPAHKAN KE POLDA METRO JAYA

HARIANTERBIT.CO – Kasus penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Herman Hery bersama ajudannya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Korban, Ronny Yuniarto Kosasih (32), sudah memenuhi panggilan Mapolda Metro Jaya pada Rabu (4/7) untuk dimintai keterangan. Kini giliran istri korban yang juga jadi sasaran pemukulan diperiksa di Polda Metro Jaya, Jumat (6/7) malam.

Kuasa hukum korban, Yanuar Bagus Sasmito SH mengatakan, dipanggilnya korban ke Polda Metro Jaya yaitu menindaklanjuti proses pemeriksaan pelimpahan dari Polres Jakarta Selatan.

“Saat pemeriksaan, yang pertama mempertegas peristiwa pidana terjadi yaitu pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku bersama-sama dengan ajudannya, melanggar Pasal 170 KUHP,” jelas Yanuar, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/7) malam.

“Yang kedua mempertegas siapa pelakunya, secara tegas dikatakan oleh klien kami yang melakukan pengeroyokan secara brutal yaitu dengan cara bertubi-tubi memukul dan menendang. Kemudian istri korban keluar dari mobil lari melindungi memeluk korban yang sudah terjatuh di jalur busway di sebelah jalan berlawanan arah. Istri korban juga ikut kena sasaran ditendang di bagian rahang pipi sebelah kanan, dan dipukul di bagian belakang kepala pada saat istri korban sedang melindungi memeluk korban yang sudah terjatuh,” tuturnya.

Pada saat diperiksa, lanjut Yanuar, ditanyakan oleh penyidik secara tegas korban mengatakan yang melakukan pengeroyokan adalah Herman Hery bersama-sama sopirnya.

“Saya ke polda ini menuntut keadilan dan bukan mengada-ada. Kami tidak berurusan dengan politik. Jadi apa yang dialami, baik kronologi dan kelengkapan pemberkasan sudah kami sampaikan kepada penyidik,” tandas Yanuar.

“Kami juga sudah melaporkan permasalahan ini juga ke MKD,” pungkas Yanuar.

Seperti diwartakan, korban Ronny Yuniarto Kosasih diduga menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan oleh oknum anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Herman Hery, bersama ajudannya di jalur busway, Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Minggu (10/6).

Didampingi kuasa hukumnya, korban penganiayan Ronny Yuniarto Kosasih (tengah) dan istri, usai dimintai keterangan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/7) malam.

Dibantah
Sementara itu anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Herman Hery, membantah tuduhan penganiayaan terhadap Ronny Yuniarto Kosasih. Menanggapi hal tersebut, pihak pengacara Ronny mempersilakan itu hak mereka. Pihaknya kini sudah mengumpulkan bukti-bukti dan menyampaikan ke penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Kita sudah kumpulkan semua bukti pendukung. Setidaknya kan kalau dia mengakui itu adiknya bahwa mobil itu benar ada keterkaitannya dengan dia,” kata Yanuar Bagus Sasmito SH dan Febby Sagita selaku kuasa hukum Ronny, di Polda Metro, Jumat (6/7) malam, seusai diperiksa tim penyidik.

Yanuar juga mempersilakan jika pihak Herman Hery mau melaporkan balik kliennya ke pihak kepolisian. “Kita persilakan saja, karena itu haknya mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Petrus Salestinus SH selaku kuasa hukum Herman Hery membantah tuduhan bahwa kliennya melakukan penganiayaan yang terjadi di jalur busway Jalan Rateri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Minggu (10/6).

“Kronologi peristiwa kejadian di jalur busway pada 10 Juni 2018 adalah tidak benar, sepanjang hal itu dikaitkan dengan Herman Hery sebagai pelaku,” ujar Petrus Selestinus dalam keterangan pers, Kamis (5/7).

Ia menyesalkan pemberitaan yang dirasanya telah menuduh Herman Hery secara sepihak, tanpa mengecek langsung ke yang bersangkutan. Menurutnya, kabar penganiayaan Ronny telah melanggar hak-hak Herman Hery.

“Karena itu berita yang menyebutkan bahwa Herman Hery sebagai pelaku pemukulan terhadap Saudara Ronny Yulianto Kosasih, jelas merupakan pembunuhan karakter terhadap Herman Hery, politis, dan tendensius terlebih-lebih tanpa konfirmasi dan cek and ricek,” kata Petrus. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *