KISRUH

MANAJER ULP PASAR JAYA DINILAI AMBIVALEN

HARIANTERBIT.CO – Manajer Unit Layanani Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa PD Pasar Jaya Anggie Angraini dinilai bersikap mendua (ambivalen) dalam menyelenggarakan Beauty Contest Parkir Pasar Kenari, area pusat. Hal itu diungkapkan, Ketua LSM Forum Masyarakat Anti-Korupsi (Formasi) Erkawi Bisono kepada media, Rabu (6/6), di kantor Pusat Pasar Jaya Cikini.

Di satu pihak, kata Erkawi, Anggie menggugurkan perusahaan yang tidak punya SIUP perparkiran dan NPWPD. Sementara di lain pihak, dia meloloskan perusahaan yang jelas-jelas sedang melaksanakan kerja sama pekerjaan dengan Pasar Jaya di area yang sama.

Soal SIUP, kata Erkawi, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi DKI Jakarta, secara tegas berkirim surat ke ULP Pasar Jaya, bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin parkir. Sementara untuk NPWPD baru akan diterbitkan Dinas Pajak setelah perusahaan memiliki kontrak kerja dengan suatu instansi.

“Jangan samakan NPWPD dengan NPWP. Kalau NPWP setiap saat bisa diterbitkan Kantor Pelayanan Pajak, tapi kalau NPWPD akan diterbitkan setelah ada pekerjaannya,” terang Erkawi.

Selain itu Formasi menduga ada memanipulasi hasil rapat penjelasan (aanwizing) beauty contest tersebut.

“Mereka memanipulasi hasil aanwizing sesukanya. Para peserta disuruh tanda tangan dilembar ketiga. Sementara lembar pertama dan kedua diisi sesuai keinginan Manajer ULP” tandas Erkawi.

Padahal, jelas Erkawi, isian hasil copy paste peraturan Direksi Pasar Jaya tersebut banyak yang bertentangan dengan keppres. Erkawi memberi contoh ketentuan Pasal 16 pada tutor, dan tertuang dalam keputusan aanwizing menyebutkan: peserta tidak boleh sedang mengerjakan pekerjaan parkir, keamanan, kebersihan dalam satu wilayah guna mendapatkan pemenang yang berkualitas.

Tetapi anehnya meski ketentuan tersebut dipaksakan Anggie sebagai salah satu butir keputusan aanwizing. Di sisi lain dilanggarnya sendiri.

“Buktinya ada salah satu perusahaan yang notabene sedang kerja sama parkir di area pusat, diloloskan dari verifikasi administrasi, masalah ini akan saya adukan ke polisi karena ada dugaan rekayasa,” tandas Erkawi. (oko)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *