DAERAH KASUS

WARGA SAWANGAN AKAN PERKARAKAN SOAL SAMPAH DAN BANJIR

HARIANTERBIT.CO – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, kembali menimbulkan persoalan. Pengelolaan sampah yang tak maksimal, berimbas pada pendangkalan dan penyempitan Kali Pesanggarahan yang keberadaannya berbatasan langsung dengan tembok TPA. Akibatnya, akses jalan warga yang berada di RT 03 RW 04, Pasir Putih, Sawangan, Depok, kerap menjadi langganan banjir dan tak bisa dilalui warga.

Terendamnya akses jalan yang biasa dilalui warga Pasir Putih menuju wilayah Cipayung ini disebabkan oleh luapan air Kali Pesanggrahan. Aliran air Kali Pesanggrahan menjadi terhambat karena bagian sungai tertimbun sampah dari TPA Cipayung, hingga mengalami penyempitan. “Banjir di sini bukan cuma musim hujan saja. Tidak hujan pun air kali terkadang meluap,” ujar Ade Irzan, warga yang tinggal di sekitar lokasi, Minggu (3/6).

Ade menambahkan, kondisi Kali Pesanggrahan yang berada di antara TPA Cipayung dengan pemukiman warga Pasir Putih, kini kondisinya semakin parah. Lebar kali menyempit serta aliran sungai yang digenangi sampah. “Sekarang jauh terlihat lebih sempit. Kalau dulu mau nyeberang kali harus turun ke kalinya. Kalau sekarang, lompat saja sudah bisa ke seberang,” tambah Ade.

Aroma tak sedap dari tumpukan sampah yang menggunung di TPA Cipayung juga menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Pasalnya, setiap hari warga mencium aroma tak sedap yang berasal dari TPA Cipayung. “Harusnya, jika dikelola dengan baik, tentu tidak akan menjadi masalah. Persoalan lainnya, kondisi TPA sudah over kapasitas,” ujar Ade lagi.

Aksi protes warga terkait persoalan sampah dan aliran Kali Pesanggrahan, sudah berkali-kali dilakukan. Namun hingga kini belum sekali pun keluhan warga itu ditindaklanjuti oleh Pemkot Depok, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup. Karenanya, warga berniat akan memperkarakan persoalan ini ke ranah hukum.

Niat warga untuk memperkarakan persoalan sampah dan banjir ditunjukkan dengan menunjuk seorang kuasa hukum. Melalui kuasa hukumnya, warga akan mengajukan class action dalam waktu dekat, jika pihak Pemkot Depok tak juga menanggapi tuntutannya.
“Kami masih menunggu iktikad baik Pemkot Depok. Jika keluhan warga tidak direspons dengan baik, kami akan melakukan class action ke meja hijau,” tegas Ahmad Faisal, kuasa hukum warga. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *