Ketua MPR RI Zulkifli Hasan / Foto: Bambang TP

ZULHAS GANDENG MUSLIMAH KAMPANYE TOLAK POLITIK UANG

Posted on

HARIANTERBIT.CO– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menggandeng organisasi muslimah untuk kampanye menolak politik uang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 serta Pemilihan Legislatif (Pilig) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April tahun depan.

“Menghadapi dua pesta demokrasi tersebut, saya mengajak perempuan muslimah ikut mengkampanyekan tolak politik uang. Kita sepakat politik uang imenjauhkan rakyat dari sejahtera dan mendekatkan pada sengsara,” kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (26/5)

Hal ini disampaikan Ketua MPR RI ini saat menggelar buka puasa bersama Badan Musyawarah Organisasi Wanita Muslimah (BMOIWI), Persatuan Syarikat Wanita Islam, Badan Koordinasi Majelis Taklim dan Wanita Syarikat Islam. Rombongan dipimpin Euis Fety Fatayaty selaku Presedium BMOIWI.

Dikatakan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kampanye dan ajakan perempuan muslimah akan lebih mudah diterima karena yang bersangkutan sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat

“Kesadaran tolak politik uang itu dimulai dari lingkungan sekitar dan dari komunitas komunitas warga. Dari situ akan terus meluas dengan kampanye dari Ibu Ibu muslimah ini,” kata Ketua MPR RI yang akrab disapa Zulhas.

Seiring dengan kampanye tolak politik uang, Zulhas juga mengajak Ibu-ibu muslimah untuk memilih pemimpin berdasarkan latar belakang yang bersih, bebas korupsi serta konsisten membela rakyat dan umat

“Jadi jangan memilih berdasarkan pencitraan, sembako, sarung atau amplop. Mulai hari ini kita pilih pemimpin karena integritas, kemampuannya dan dicek dia harusnya tegas berpihak pada ummat.”

Lebih jauh dikatakan, peran kaum ibu apalagi sebagian besar adalah para ustadzah yang masing-masing memiliki jamaah, sangatlah besar. Terutama melakukan pemahaman kepada jamaahnya untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan.

Karena itu, menitip pesan kepada ustadzah dan kaum ibu agar menjadi pelopor untuk memahami politik yang mempersatukan dan kemudian memberikan edukasi kepada jamaahnya terutama tentang pentingnya memahami politik secara benar.

“Memahami politik yang benar adalah antara lain menghindari politik transaksional atau politik uang. Contohnya memilih pemimpin baik itu Walikota, Bupati, Gubernur, anggota legislatif sampai Presiden karena uang,” tegas dia.

Jika politik uang merajalela, kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Lampung tersebut, yang terjadi adalah kegaduhan, saling curiga dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.

“Inilah yang harus diubah. Politik itu mestinya adalah melayani rakyat agar lebih baik, politik itu mempersatukan bukan membuat saling berkelahi,” jelas anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Coba lihat, lanjut Zulhas, ditahun politik seperti sekarang ada fenomena sebagian masyarakat ingin 2019 ganti Presiden tapi ada juga yang ingin Presidennya tetap.

“Dua-duanya boleh. Yang tidak boleh adalah saling berkelahi. Perbedaan pilihan hal biasa dalam demokrasi. Nah, inilah kami harap ibu-ibu jadilah pelopor untuk mengedukasi ibu-ibu lainnya soal politik mempersatukan agar persatuan kita tambah kokoh, walaupun beda pilihan merah putih kita sama,”demikian Zulkifli Hasan. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *