POLRI

SEPEDA MOTOR SEBAGAI ANGKUTAN UMUM WARASKAH?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

SEPEDA motor dalam transportasi sering dianggap praktis, ekonomis, fleksibel, dan berbagai hal keuntungannya. Namun di balik semua itu dari segi keselamatan amatlah rentan. Berapa banyak korban fatal bahkan mengenaskan meninggal sia-sia di jalan raya. Berapa banyak sudah pengendara sepeda motor yang hancur badannya dilindas bus atau truk.

Lima puluh persen lebih korban fatalitas kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor. Banyak kalangan merasa terbantu adanya sistem ojek online atau ojol, dan pihak-pihak tertentu mengatasnamakan rakyat dan menginginkan dilegalkan sebagai angkutan umum.

Banyak pakar, kalangan akademisi, pemerhati transportasi, LSM, dan berbagai pihak mengingatkan dan menolak sepeda motor sebagai angkutan umum. Namun sepertinya karena kekuatan baik politik maupun kepentingan bisnis, di antara mereka malah ngotot dan membuat kajian-kajian dan pengumpulan data untuk mendukung keinginan sepeda motor dilegalkan sebagai angkutan umum.

Konflik kepentingan telah merambah ke semua lini. Seolah-olah korban manusia sebagai risiko kemajuan zaman. Jangan-jangan mereka para pendukung sepeda motor sebagai angkutan umum lupa bahwa sumber daya manusia adalah aset utama bangsa.

Ada salah satu cerita iklan layanan masyarakat yang dibuat di Australia tepatnya di Victoria. Film tersebut menggambarkan dialog antara petugas road safety dengan masyarakat. Petugas bertanya kepada warga: “Berapakah menurut Anda korban meninggal atau fatal pada kecelakaan lalu lintas dalam satu tahun?”

Warga itu menjawab: 75 orang. Petugas: Mari kita panggil arwah mereka 75 orang yang menjadi korban kecelakaan. Di saat itu tergambar istri, anak-anak dari warga tersebut diikuti orang-orang tercinta lainnya. Warga tersebutlalu memeluk mereka dan menangis. Kemudian ia berkata: Yang ideal kapan pun juga adalah nol korban atau tidak ada korban sama sekali.

Apa yang ditunjukkan pada film tersebut menggambarkan betapa berharganya manusia. Apa yang menjadi spirit road safety di Australia adalah: ‘toward zero’.

Sejalan dengan pemikiran di atas menunjukkan betapa mereka berupaya semaksimal mungkin mewujudkan zero korban kecelakaan, dan selalu meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas. Mengapa ada kelompok yang punya kewenangan dan kekuasaan serta modal untuk membangun road safety menuju zero accident ngotot dengan sepeda motor sebagai angkutan umum, waraskah? (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *