NASIONAL

BPPT JABARKAN LAYANAN TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA KE MITRA PENGGUNANYA

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengundang 36 mitra pengguna jasa layanan teknologi modifikasi cuaca baik dari pemerintahan dan swasta dalam acara Partner Gathering 2018 bertajuk “Inovasi dan Peningkatan Kualitas Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca” di Ruang Komisi 1, 2 dan 3 Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/5).

Kepala BPPT Dr Unggul Priyanto mengungkapkan, perkembangan teknologi modifikasi cuaca (TMC) saat ini sudah banyak dikenal luas, bahkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini, yang dulu kerap disebut dengan hujan buatan, semakin meningkat.

“Saya ingat, tahun 2012, saat Jakarta dilanda bencana banjir, ada wacana untuk menghalau hujan dengan cara menembak dan menyemai awan, sehingga hujan bisa turun di daerah Banten dan Selat Sunda. Ini menandakan masyarakat percaya akan kehandalan dari TMC,” terang Unggul Priyanto, dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Selasa (15/5).

Dalam sambutannya, Unggul mengatakan, mitra dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT yang awalnya bernama Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan sudah berdiri sejak 1985, selaku penyedia layanan juga semakin beragam. “Dulu TMC hanya digunakan untuk mengisi waduk, namun lambat laun mulai digunakan untuk penanganan dan pencegahan kebakaran hutan. Belakangan ini TMC sudah dimanfaatkan untuk pengamanan acara agar tidak turun hujan, sebut saja Gelaran Sea Games 2011 di Palembang, dan acara kenegaraan lainnya. Dengan begitu TMC sudah mampu menyaingi pawang hujan,” jelasnya.

“Ke depan mungkin sudah bisa dipikirkan teknologi yang lebih efektif dalam modifikasi cuaca. Teknologi roket untuk menyemai hujan bisa menjadi opsi, tidak hanya ditembakkan dari darat, namun juga bisa dari pesawat untuk mencapai awan yang mempunyai potensi tinggi untuk menghasilkan hujan,” lanjut Unggul.

Selain itu, Unggul menambahkan, BBTMC juga mempunyai sistem peringatan dini banjir contohnya seperti di DKI Jakarta yang diberi nama R-Rainbows(Radar-Rainfall Observation for Early Warning System). R-Rainbows merupakan sebuah sistem observasi dan monitoring curah hujan menggunakan radar untuk keperluan peringatan dini bencana banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang ditampilkan dalam sebuah Web-GIS interaktif dengan memberikan layanan live warning menggunakan SMS broadcast.

“Pengguna yang telah mendaftarkan nomor seluler ke BBTMC akan mendapatkan pesan berisi peringatan wilayah mana saja di Jabotabek yang sedang terjadi hujan dengan intensitas lebat,” pungkas Kepala BPPT sebelum membuka acara.

Sosialisasi Teknologi Terbaru
Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT (TPSA) Hammam Riza menjelaskan, bahwa Partner Gathering 2018 ini bertujuan untuk menyosialisasikan kepada seluruh mitra BBTMC mengenai kegiatan selama tahun 2017, dan menyampaikan hasil penelitian dan pengembangan teknologi terbaru yang telah dicapai.

“Pada intinya Partner Gathering 2018 ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat mitra BBTMC, karena mitra kami sangat spesifik sekali segmennya, dan sudah lama sekali tidak berkumpul. Semoga dengan adanya acara ini, kami bisa mengetahui kebutuhan terkini dari mitra, dan BPPT bisa mempersiapkan teknologinya,” harap Hammam.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi, wakil dari pihak mitra, berterima kasih atas dukungan dan sinerginya selama ini, baik itu dalam penanggulangan banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta kegiatan strategis lainnya.

Pengalaman menarik bagi Sestama BNPB selama bekerja sama dengan BPPT yaitu ketika operasi menurunkan hujan di Riau pada 2014. “Saat itu kemarau cukup panjang, dan alhamdulillah setelah operasi semai awan akhirnya hujan turun. Ucapan pertama kali yang saya dengar dari warga yaitu, hebat sekali BPPT, hujan buatan ini persis dengan aslinya,” ucap Dody disambut gelak tawa peserta.

“Kepercayaan publik serta pimpinan di daerah terhadap TMC semakin tinggi, bisa dikatakan ketergantungan. Mereka menganggap operasi udara tanpa TMC, seperti ada yang kurang lengkap. Kurang percaya diri apabila tidak disertai dengan TMC,” pungkas Sestama BNPB.

Partner Gathering 2018 ini dihadiri oleh BNPB, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Riau, Kalimantan Barat, LAPAN, BMKG, Perum Jasa Tirta I dan II, PT Bearu Coal, PT BIB, PT KPP, dan pihak akademisi Universitas Palangka Raya, serta Universitas Tanjungpura. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *