NASIONAL

PRESIDEN JOKOWI BUKA KONFERENSI ULAMA TRILATERAL

HARIANTERBIT.CO – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Konferensi Ulama Trilateral, Afghanistan, Indonesia dan Pakistan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5).

Pertemuan para ulama dari tiga negara besar yang mewakili lebih dari 488 juta populasi umat Islam dunia ini digelar untuk mewujudkan perdamaian dan solidaritas di Afghanistan.

“Dalam kurun sembilan bulan, saya dua kali bertemu dengan Presiden Ghani di Jakarta dan Kabul. Saya menyambut hangat undangan Presiden Ghani agar Indonesia turut mendorong bina damai dan peace building di Afghanistan. Termasuk di bidang kerja sama ekonomi, kepolisian, antinarkoba, dan pendidikan,” ungkap Presiden Jokowi, dalam rilis persnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Jumat (11/5).

Indonesia sebelumnya telah berkomitmen untuk ambil bagian dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Presiden menyebut, kesungguhan itu salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan ‘Kabul Peace Process’ pada Februari lalu.

“Saya juga berkomunikasi dengan Presiden Pakistan Mamnun Hussain serta Perdana Menteri Abbasi dalam kunjungan saya ke Islamabad. Pakistan adalah negara tetangga yang penting dan berperan di kawasan. Alhamdulillah, Pakistan menyambut baik komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afghanistan,” ujar Jokowi.

Pemerintah Indonesia menyadari, bahwa ulama turut memegang peranan penting dalam mendorong perdamaian di Afghanistan. Oleh karenanya, melalui pertemuan ini, Indonesia memfasilitasi peran konstruktif dari para ulama untuk menyampaikan pesan perdamaian di Afghanistan.

“Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia untuk mengedepankan peran para ulama. Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah,” ungkap Jokowi.

Pertemuan ini mempertemukan setidaknya 19 ulama dari Afghanistan, 17 ulama dari Pakistan, dan 17 ulama dari Indonesia. Presiden Joko Widodo berharap agar pertemuan trilateral ini dapat memberikan kontribusi konkret bagi perdamaian di Afghanistan.

“Melalui suara ulama, khususnya dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia, kiranya semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo juga menyadari, bahwa jalan dan upaya menuju perdamaian tidak pernah mudah. Namun, sebagai orang beriman, ia mengatakan, kita harus selalu meyakini adanya pertolongan Allah. Oleh karenanya, ia meminta seluruh pihak untuk tidak memadamkan semangat perdamaian.

“Di sinilah saya kira peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat dalam perdamaian. Ulama adalah agen perdamaian, ulama didengar, ulama dituruti, ulama diteladani oleh umat, ulama memiliki kharisma, ulama memiliki otoritas, ulama memiliki kekuatan untuk membentuk wajah umat yang damai,” katanya.

Di penghujung sambutan, Kepala Negara menyerukan kepada seluruh pihak agar meluruskan niat semata hanya untuk meraih rida Ilahi. Dengan niat ikhlas dan tulus, Kepala Negara yakin bahwa tugas berat dan mulia ini akan dapat dilalui bersama.

“Tidak dapat dipungkiri, ini adalah tugas berat, sekaligus tugas yang mulia bagi para ulama. Untuk itulah saya kembali menyerukan, mari kita niatkan pertemuan ini semata hanya untuk meraih rida Allah melalui menabur benih-benih perdamaian dan menghindari kekerasan di antara hamba-hamba-Nya,” ujar Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden, Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menlu Retno Marsudi, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno, dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *