NASIONAL

MEGAWATI: UNTUK MEWUJUDKAN JADI NEGARA INDUSTRI, INDONESIA HARUS MEMILIKI BADAN RISET

HARIANTERBIT.CO – Presiden Kelima Republik Indonesia Dr (HC) Megawati Soekarnoputri mengatakan, sudah sepantasnya Indonesia memiliki Badan Riset Nasional demi kemajuan industri dalam negeri. Riset harus ditujukan pada kesejahteraan rakyat dan sebagai pilar negara berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri.

Dalam kesempatan itu, Megawati terus menyuarakan di berbagai kesempatan tentang pentingnya riset. “Tidak ada satu negara pun dapat menjadi negara industri yang kuat, tanpa riset yang kuat,” kata Megawati, pada acara Dialog Nasional bertajuk “Meningkatkan Inovasi Iptek untuk Mendorong Industri Dalam Negeri, Mewujudkan Ekonomi Pancasila”, di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, dalam rilis persnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Rabu (9/5).

Acara yang juga dihadiri Presiden Ketiga RI BJ Habibie, Kepala BPPT Dr Unggul Priyanto, para pakar, peneliti, perekayasa, akademisi praktisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri di seluruh Indonesia ini, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama mewujudkan Indonesia menjadi negara industri, yang berbasis pada riset nasional.

“Perekonomian Indonesia saat ini, ada pada tingkatan ekonomi berbasis peningkatan efisiensi. Hal ini perlu didorong untuk mencapai tingkatan ekonomi berbasis inovasi dan kecanggihan, agar kita mampu mengejar ketertinggalan dan menciptakan lompatan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut putri Bung Karno ini, sebagai solusi diperlukan, atau lebih diberdayakannya peran institusi riset dalam mendukung kebijakan nasional. Sebagai contoh adalah peran masing-masing lembaga yang ada sekarang, misal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang lebih mengutamakan pada riset-riset dasar, sementara itu BPPT lebih mengutamakan kegiatan di hilir.

“Yang terpenting adalah riset dan inovasi yang dilakukan harus diterapkan secara berkesinambungan, tidak boleh terputus-putus. Selain itu, lembaga riset perlu dilibatkan dan dipercaya dalam memberi rekomendasi, terhadap keputusan maupun kebijakan, terkait dengan kemajuan industri lokal,” pungkas Megawati.

Kuasai Inovasi Teknologi
Sementara itu, Kepala BPPT Dr Unggul Priyanto mengatakan, kesejahteraan dan kemandirian bangsa ini akan semakin hebat, dengan dikuasainya inovasi dan teknologi. Kita ketahui, untuk menjadi negara industri, yang dibutuhkan adalah inovasi.

“Inovasi itu dapat dicapai melalui tiga cara. Pertama, inovasi melalui riset. Kedua, inovasi melalui desain engineering, dan ketiga, inovasi melalui reverse engineering. Jika kita ingin menjadi negara industri dengan mengandalkan riset dasar akan membutuhkan waktu lama. Untuk percepatan maka dibutuhkan adalah reverse engineering atau ‘ngoprek’,” kata Unggul.

Dialog nasional ini juga merupakan tonggak penting bagi peningkatan peran dan kontribusi teknologi, guna mendorong pembangunan industri nasional yang mandiri dan berdaya saing untuk mewujudkan ekonomi Pancasila.

“Melalui dialog ini, kami harapkan tercipta solusi yang fokus dan komprehensif tentang peningkatan kontribusi dan peran lembaga Litbang Kaji Terap, dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi/alih teknologi dan inovasi yang dibutuhkan, untuk mendorong pembangunan industri nasional yang mandiri dan berdaya saing,” tuturnya. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *