NASIONAL

BAMSOET: INDONESIA LALUI TRANSISI DEMOKRASI DENGAN BAIK

HARIANTERBIT.COM– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo bersyukur setelah melalui perjuangan cukup panjang dan berliku, transisi demokrasi Indonesia dapat dilalui dengan baik.

Tugas berikutnya, kata politisi senior Partai Golkar ini, kata laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini ketika membuka acara rangkaian Peringatan 20 tahun reformasi di Lobby Gedung DPR RI, melanjutkan konsolidasi agar demokrasi menjadi jalan yang lapang untuk menciptakan kemakmuran dan keadilan sosial.

Dua puluh tahun lalu, kata Bamsoet, di area gedung DPR ini mahasiswa dan berbagai elemen bangsa menorehkan sejarah, membawa negara kita ke arah demokrasi.

“Berbagai agenda reformasi akan terus dijalankan. Kita tak boleh berhenti hanya pada demokrasi prosedural, tetapi harus berikhtiar memberi makna pada substansi demokrasi,” ujar wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini.

Acara Peringatan 20 Tahun Reformasi dengan tema ‘Kembali ke Rumah Rakyat’, akan ada serangkaian kegiatan 7-21 Mei 2018 antara lain Diskusi Publik Kiprah Aktivis ’98 sebagai Anggota DPR, Pameran Foto Reformasi, Diskusi Publik Anak Muda di Era Reformasi, Panggung Puisi dan Musik, dan Peringatan Malam Refleksi 20 Tahun Reformasi.

Karena itu, Bamsoet mengajak para elite politik maupun tokoh publik bisa menumbuhkembangkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Karena apa yang dilakukan masyarakat, tak terlepas dari pengaruh para elite yang menjadi panutan.

Demokrasi membuka peluang kepada siapapun untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran bersaing secara sehat.

“Kita harus siap meraih kemenangan dan siap pula menerima kekalahan. Jika tidak, demokrasi kita akan rusak dan perpecahan antar anak bangsa sangat mungkin terjadi,” tutur Bamsoet.

Dia menyadari, dua puluh tahun perjalanan reformasi bukan waktu yang singkat. Sebagai lembaga perwakilan, DPR RI telah melakukan berbagai upaya dalam menegakan demokrasi. Proses check and balances terus berlangsung dengan baik guna memastikan tidak terjadi abuse of power.

Jika 20 tahun lalu para mahasiswa menyerukan reformasi di Gedung DPR RI, sekarang mari kita kembali ke rumah rakyat ini untuk menggaungkan kembali berbagai agenda reformasi yang belum terwujud.

Satu diantara yang diserukan para mahasiswa dan elemen masyarakat itu adalah pemberantasan korupsi. “Karena itu, saya serukan, mari berjihad melawan korupsi,” demikian Bambang Soesetyo. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *