KISRUH

BANYAK KEBIJAKAN BERTENTANGAN DENGAN PKB, SEKBER GARUDA ANCAM MOGOK MASSAL

HARIANTERBIT.CO – Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang tergabung dalam Serikat Bersama (Sekber) Garuda Indonesia mengancam akan melakukan mogok massal dan menonaktifkan seluruh rute penerbangan. Ancaman itu akan dilakukan jika manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak segera berbenah.

“Karena saat ini jumlah direksi PT Garuda berjumlah delapan orang. Padahal jika mengacu penerbangan sipil RI atau Civil Aviation Safety Regulation idealnya hanya enam direksi, dan bukan delapan direksi seperti saat ini,” kata Corporate Affair Asosiasi Pilot Garuda (APG), Capt Eric Ferdinand, saat acara konferensi pers tentang kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) dan rencana mogok kerja, di Pulau Dua Restaurant, Kompleks Taman Ria Senayan, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).

“Direksi yang dimaksud ialah Direktur Cargo dan Direktur Marketing dan Teknologi (IT). Jabatan direktur kargo sangat tidak diperlukan, Garuda Indonesia tidak memiliki pesawat khusus kargo. Sejak 2016, kinerja direktorat kargo tidak meningkat, dan hanya ada peningkatan biaya organisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Eric mengatakan, Direktur Marketing dan IT pun dianggap gagal dalam membuat strategi penjualan produk. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penurunan rata-rata harga jual tiket dari tahun 2016 ke 2017 sebesar 3,17 persen.

“Saat ini banyak kebijakan perusahaan bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Kebijakan menimbulkan perselisihan dalami hubungan industrial. Mereka (manajemen-red) tidak pernah mengajak berunding serikat pekerja, sehingga berdampak pada penurunan safety (keselamatan penerbangan),: bebernya.

Dengan persoalan ini, Eric menambahkan, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk segera merestrukturasi jumlah direksi PT Garuda dari yang sebelumnya berjumlah delapan orang menjadi enam orang, dengan berpedoman pada peraturan penerbangan sipil. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *