BISNIS

BAMSEOT: TINGKATKAN PERDAGANGAN, PELAKU BISNIS INDONESIA-MAROKO DILIBATKAN

HARIANTERBIT.C0– Kerjasama perdagangan Indonesia dengan Maroko harus mendapat perhatian serius. Dalam tiga tahun terakhir nilai perdagangan kedua negara terus mengalami penurunan.

“Nilai perdagangan Indonesia-Maroko 2015 tercatat 214,32 juta US dollar. Tahun berikut, 157,94 juta US dollar. Dan, tahun lalu 154,80 juta US dollar,” kata Ketua DPR RI, Bambang Soesetyo ketika menerima Duta Besar Maroko untuk Indonesia Quadia Benabdellah di ruang kerja Ketua DPR RI, Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/4).

Laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini berharap kerjasama perdagangan Indonesia-Maroko dapat ditingkatkan. Pelaku bisnis dari kedua negara perlu dilibatkan lebih intens. Kedua negara juga perlu segera merundingkan Preferential Trade Agreement untuk mendukung peningkatan kerja sama perdagangan.

“Banyak kerjasama perdagangan yang bisa dilakukan kedua negara. DPR mendorong pemerintah untuk segera merealisasi kerjasama perdagangan di bidang pupuk fosfat sesuai kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Maroko tahun lalu. Kerjasama di bidang energi terbarukan juga akan coba kita jajaki,” papar Bamsoet.

Politisi sebior Partai Golkar ini mengapresiasi investasi yang dilakukan perusahaan asal Maroko di Indonesia. Belum lama ini, perusahaan dari Maroko, GDTC Grup berinvestasi di sektor perkebunan tebu yang terintegrasi dengan peternakan sapi potong di Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Investasi yang ditanamkan 800 juta dolar AS, setara Rp 10,9 triliun. Diprediksi panen perdana dilakukan dalam dua tahun ke depan. Kami berharap para pelaku bisnis Maroko yang lain juga mau berinvestasi di Indonesia,” kata Bamsoet.

Wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini menuturkan, hubungan Indonesia-Maroko selama ini telah terjalin baik. Terlebih, hubungan kedua negara dilatarbelakangi oleh ikatan sejarah yang kuat. Indonesia merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Maroko 62 tahun lalu.

“Di Maroko terdapat jalan besar yang diberi nama Soekarno. Sebaliknya, di Jakarta juga terdapat Jalan Casablanca, nama kota besar di Maroko. Ini menunjukkan persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Maroko,” papar Bamsoet.

Bamsoet berharap konflik perebutan Sahara Barat yang masih terjadi antara Maroko dan Polisario bisa segera diselesaikan. Indonesia mendukung penuh penyelesaian secara damai di bawah naungan PBB untuk mencari jalan keluar terbaik.

“Sebagai negara yang telah bersahabat sangat lama, Indonesia siap mendukung penyelesaian konflik Sahara Barat melalui jalur PBB. Kita siap berbagi pengalaman penyelesaian konflik di Aceh, sebagai alternatif cara penyelesaian konflik Sahara Barat,” kata Bamsoet.

Bamsoet tak lupa memohon dukungan dari pemerintahan Maroko untuk mendukung pencalonan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia dapat lebih berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan damai.

“Saya harap pemerintah Maroko mendukung Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Menciptakan dunia yang lebih aman dan damai tentu cita-cita semua bangsa. Indonesia siap untuk memperjuangkan hal tersebut dalam forum Dewan Keamanan PBB,” demikian Bambang Soesetyo. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *