NASIONAL

BPPT KEMBANGKAN TEKNOLOGI EX-VITRO UNTUK MEMBANTU PETANI DI DAERAH

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Bioteknologi, telah mengembangkan benih-benih yang potensial dan spesifik lokasi dengan teknologi Ex-Vitro untuk membantu kebutuhan para petani di daerah. Sebenarnya teknologi Ex-Vitro ini secara umum bisa diaplikasikan di berbagai macam komoditas.

“Hanya barangkali daerah-daerah yang mempunyai kepentingan serius untuk mengaplikasikan teknologi ini, seperti di Bangka terkenal dengan produktivitas ladanya sejak dahulu. Tapi sejak 10 tahun terakhir ini, produktivitasnya menurun, salah satu kuncinya adalah ketersediaan benih,” kata Perekayasa Bioteknologi BPPT Ahmad Riyadi, pada “Talk Show Inovasi untuk Kemandirian Benih Nasional” dan “Seminar Nasional Inovasi Teknologi untuk Kemandirian Pangan”, yang digelar BPPT di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, yangdigelar BPPT, seperti dilansir dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (5/4).

“Kita coba introduksikan teknologi Ex-Vitro ini ke Bangka untuk mengembangkan benih-benih tersebut, dan atas permintaan daerah sendiri. Mereka menyiapkan pendanaan, kita introduksikan teknologinya di daerah tersebut. Selain Bangka, masih banyak daerah lain yang minta untuk dikembangkan benih-benihnya dengan teknologi Ex-Vitro tersebut,” tutur Ahmad.

Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Ir Mastur MSi, Phd (dua kiri), Kepala Divisi Ilmu dan Teknologi Benih Departemen Agronomi dan Holtikultura Fakultas Pertanian IPB Satriyas Ilyas (kiri), Perekayasa Balai Bioteknologi BPPT Ahmad Riyadi (kanan), dan Managing Direktur PT East West Seed Indonesia Ir Glenn Pardede MBA (dua kanan), tampil sebagai narasumber pada acara “Talk Show Inovasi untuk Kemandirian Benih Nasional” dan “Seminar Nasional Inovasi Teknologi untuk Kemandirian Pangan”, yang digelar BPPT di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

“Misalnya untuk pengembangan komoditas potensial di Kabupaten Bantaeng, di sana ada talas yang dikembangkan, bahkan sudah masuk komoditas untuk ekspor. Lagi-lagi ini juga keterbatasan penyediaan benihnya. Kita introduksikan teknologi Ex-Vitro ini untuk pengembangan benih-benihnya,” sambungnya.

Ahmad menambahkan, dengan adanya teknologi Ex-Vitro ini, para petani di beberapa daerah sangat terbantu dan berterima kasih dengan adanya teknologi tersebut.

“Sebenarnya Ex-Vitro ini kontennya high technology, tapi bisa dilakukan dengan metode yang sangat sederhana. Ini kita adopsi dengan kultur jaringan, kita buat sesederhana mungkin sehingga petani pun bisa memanfaatkan,” ujarnya.

Diakui, pihaknya belum lakukan sampai uji tingkat budi daya itu, memang sedang kita coba, kita inisiasi juga bagaimana tingkat produktivitas benih-benih yang dihasilkan dengan teknologi Ex-Vitro tersebut.

“Kita akan merangkul petani, kita coba tanaman lada, hasil dari pengembangan teknologi Ex-Vitro ini seperti apa, nanti datanya kami akan ambil,” kata Perekayasa Bioteknologi BPPT ini. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *