NASIONAL

PANGI CHANIAGO: KEAJAIBAN ADA CALON TUNGGAL PADA PILPRES 2019

HARIANTERBIT.CO – Walau ada pihak yang menginginkan calon tunggal pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tetapi hal itu sangat tidak mungkin terjadi. Bahkan boleh dikatakan ‘keajaiban’ yang membuat terjadinya calon tunggal atau Jokowi sebagai petahana bakal melawan kotak kosong.

Soalnya, kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, dalam dialetika demokrasi yang digelar di Press Room Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/3), Gerindra dan PKS sebagai oposisi pasti mengusung calonnya.

Selain Pangi, juga tampil sebagai pembicara politisi perempuan Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, Al Muzammmil Yusuf (Fraksi PKS) serta Jansen Sitandaon dari Partai Demokrat.

“Saya nilai, calon tunggal itu sangat mustahil. Bahkan hampir tidak mungkin terjadi dalam pemilihan presiden mendatang. Jadi, sangat tak mungkin kalau Jokowi bakal melenggang sendirian,” kata dia.

Bahkan kalau bicara simulasi, ungkap pengajar ilmu politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, sedikitnya ada dua pasang calon presiden/wakil presiden yang bakal maju pada pilpres mendatang.

Pasangan pertama adalah Jokowi sebagai petahana yang bakal diusung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem. pasangan kedua koalisi Partai Gerindra dengan PKS yang mengusung Prabowo Subianto.

Bahkan kata laki-laki kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat, 20 Januari 1986 itu menyebut, bukan tidak mungkin lahir poros ketiga (Cikeas) kalau saja koalisi Partai Demokrat, PAN dan PKB terbentuk.

‘Poros penantang ini hampir dipastikan bakal memajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres. Yang sulit adalah menentukan cawapres antara PKB dengan PAN. Baik PKB maupun PAN sudah pasti berusaha meraih posisi cawapres karena ini akan berpengaruh kepada elektabilitas partai ke depan.”

Yang menarik untuk pilpres mendatang, adanya partai yang mengikuti pola elektabilitas. Jadi, partai itu diikuti trend sentimen elektabilitas. Namun, ada partai membuat arus sendiri, percaya dengan pertumbuhan dan kenaikan elektabilitas yang tinggi.

“Pada lain pihak, ada diantara dua pilihan tadi yang bisa disebut mungkin electoral jenuh pemilih yang mulai pertumbuhan elektabilitas mulai klimaks, baik bapak Jokowi atau Prabowo. Jadi, pemilih yang begini bakal lari ke calon lain,”

Bicara tentang poros pertama, kata Pangi, incumbent itu memang tampak luar biasa dan sangat solid sampai hari ini. Namun, solidnya karena belum ada cawapresnya.

Kalau sudah diumumkan cawapres partai pendukung ini susah dipegang, seperti Golkar yang sangat mahir menggunakan politik ini. Jadi, ada istilah kepalanya di pegang, ekornya yang main.

“Jadi, poros pertama ini bukan tidak munkin bakal mengalami patahan. Dan, nanti nanti ada pantulan bola koalisi ketika cawapresnya diumumkan nanti sehingga bukan tidak munkin ada yang ‘Lompat Pagar’ atau banting stir,” demikian Pangi Syarwi Chaniago. (art)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *