NASIONAL Uncategorized

WUJUDKAN STANDAR DESAIN PABRIK GULA MERAH PUTIH, BPPT GELAR DIALOG NASIONAL

HARIANTERBIT.CO – Untuk mencapai target kemandirian industri gula nasional bukan hal yang ringan saat ini. Perlu aksi yang nyata dari pemangku kepentingan industri gula Tanah Air, serta dukungan teknologi yang handal.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto saat membuka secara resmi acara “Dialog Nasional dan Peluncuran Buku Standar Desain Pabrik Gula Merah Putih”, yang merupakan hasil karya anak bangsa, di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung 2 BPPT, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Kepala BPPT menegaskan, pentingnya standardisasi yakni, desain standar pabrik gula yang berpihak pada potensi industri dalam negeri. Hal ini ditujukan agar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) meningkat, serta kemandirian industri gula nasional dapat diwujudkan.

“Untuk menuju swasembada gula nasional perlu dilakukan revitalisasi terhadap sejumlah pabrik gula eksisting, serta membangun beberapa pabrik gula baru, untuk menanggulangi defisit kebutuhan gula nasional. Tentu saja peningkatan produktivitas seiring dengan membaiknya kemampuan desain dan engineering tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh BPPT,” tuturnya.

Unggul menambahkan, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat, dan dalam hal ini BPPT siap mendukung seluruh rencana pemerintah untuk meningkatkan kemampuan industri gula nasional melalui integrasi sektor produksi seperti industri manufaktur dan pertanian dengan penyediaan suatu desain standar pabrik gula yang diharapkan dapat di aplikasikan untuk pembangunan dan revitalisasi pabrik gula nasional.

Teknologi untuk TKDN Pabrik Gula
BPPT telah bekerja sama dengan PTPN XII dalam kaji terap FEED (Front-End Engineering Design) Pabrik Gula Modern, Terintegrasi dan Terpadu kapasitas 6.000 TCD. FEED ini menjadi referensi teknis dari desain pembangunan pabrik gula Glenmore (PT IGG), Banyuwangi, Jawa Timur yang pembangunannya telah melalui tahap testing dan comissioning, yang telah beroperasi di tahun 2017.

Kepala BPPT Unggul Priyanto (empat kiri), memukul gong secara simbolis membuka acara “Dialog Gula Nasional dan Peluncuran Buku Standar Desain Pabrik Gula Merah Putih”, di Ruang Auditorium BPPT, Lantai 3 Gedung II, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Desain pabrik gula Glenmore ini pun dapat menjadi desain standar untuk pembangunan pabrik gula modern di Indonesia yang tinggi nilai TKDN. Dari hasil perekayasaan yang telah dilaksanakan BPPT, diharapkan tahun 2019 potensi TKDN pabrik gula dapat ditingkatkan sampai dengan 63,93 persen melalui penerapan standardisasi desain yang barbasis kemampuan industri nasional.

Sementara itu Direktur Pusat Teknologi Industri Permesinan BPPT Barman Tambunan menjelaskan, hingga kini BPPT aktif dalam 11 kegiatan dari 22 program aksi, Program Revitalisasi Industri Gula Nasional (PRIGN). Satu kegiatan utamanya adalah Desain Konseptual PG Modern 10.000 ton cane per day (TCD).

Barman membeberkan, guna mengantisipasi kebutuhan gula nasional yang terus meningkat sejak 2012, hingga menyebabkan impor produk gula, hal ini memerlukan usaha holistik baik dari sisi On Farm maupun Off Farm, untuk menuju swasembada gula nasional. “Oleh sebab itu dirasakan perlu adanya penguasaan teknologi industri gula mulai dari kliring teknologi, audit teknologi dan inovasi teknologi di industri gula nasional yang mencakup teknologi proses, diversifikasi produk dan turunannya,” katanya.

“Diharapkan melalui acara ini terjadi sinergi antar pemangku kepentingan, yang menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang berpihak pada potensi dalam negeri untuk pencapaian swasembada gula dan kemandirian industri manufaktur nasional,” pungkasnya. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *