BISNIS

RUPIAH TERUS MELEMAH, PEMERINTAH HARUS EVALUASI KEBIJAKAN EKONOMI

HARIANTERBIT.CO  – Wakil Ketua DPR-RI Taufik Kurniawan mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cukup signifikan dua bulan terakhir berbahaya buat industri berorientasi ekspor yang masih mengandalkan bahan baku impor.

Soalnya, kata politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, para pengusaha atau industri harus membeli bahan baku dengan biaya yang lebih tinggi. “Ini simalakama buat pengusaha. Menaikkan harga jual atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk memangkas biaya produksi jelas punya resiko,” kata Taufik dalam keterangan persnya, Senin (19/3).

Wakil Ketua DPR Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Ekuin) tersebut mengatakan, persoalan ini harus diantisipasi, agar tidak menimbulkan permasalahan baru. Karena itu, dia meminta Pemerintah mewaspadai pelemahan rupiah agar tidak tembus Rp15.000 per dolar AS. Awal tahun ini, rupiah di level Rp13.300 per dolar AS. Namun, Maret 2018, rupiah terdepresiasi hingga Rp13.800 per dolar AS.

Sebelumnya, Senior Director Corporate Ratings Standard and Poor’s (S&P) Xavier Jean mengatakan, rupiah perlu diawasi agar tidak terus anjlok. Menurut dia, depresiasi bisa berlangsung cepat, seperti pelemahan nilai tukar rupiah 2015.

Saat itu, rupiah melemah dari Rp12.000 ke Rp15.000 hanya dalam hitungan beberapa bulan.
Karena itu, Taufik mendorong adanya langkah strategis dari Kementerian Ekonomi Pemerintahan Jokowi agar rupiah tidak semakin melemah dan fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat.

“Misalnya, Pemerintah pimpinan Presiden Jokowi kembali mengevaluasi pelaksaan paket kebijakan ekonomi yang pernah dikeluarkan beberapa waktu lalu sehingga ada jalan keluar dan rupiah tidak terjun bebas.” demikian Taufik Kurniawan. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *