NASIONAL

HERI: FOKUS BANGUN INFRASTRUKTUR SKALA BESAR, UTANG INDONESIA MEMBENGKAK

HARIANTERBIT.CO– Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi perbankan dan keuangan, Heri Gunawan menyayangkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang makin meningkat.

Menurut politisi senior partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut, membengkaknya utang Indonesia dalam era pemerintahan saat ini karena penguasa hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur berskala besar.

Memang negara tidak bisa menghindari hutang karena keterbatasan yang ada. Pemerintah kan selalu bicara tentang infrastruktur. Namun, yang digenjot infrastuktur berskala besar.

“Untuk membangun infrastruktur yang demikian, tentu saja membutuhkan biaya yang besar pula. Kita tidak mempunyai uang sebanyak itu. Jadi, dari mana biayanya? Ya dari utang,” kata Heri kepada sejumlah awak media di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/3).

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Barat tersebut memberi contoh kasus pembangunan jalan tol Trans Sumatera, dimana jalan tol merupakan jalan berbayar yang tidak bisa dinikmati banyak orang.

“Apa seluruh kalangan masyarakat bisa merasakan tol ini? Kan tidak juga. Pemerintah hanya fokus terhadap infrastruktur besar, tetapi mereka lalai dalam memperhatikan jalan-jalan yang ada di lingkungan sekitar kita, masih banyak rusak dan bolong.”

Laki-laki kelahiran Sukabumi, 11 April 1969 ini berharap, jika pemerintah mau membuat sebuah kebijakan, seharusnya dibicarakan secara terang-terangan terlebih dahulu.

“Saya pribadi mendukung langkah pemerintah kalau memang itu benar-benar untuk kepentingan rakyat. Kalau tidak, tentu patut untuk dikritisi. Dan, kita berharap ke depan ekonomi bisa tumbuh.

Dikatakan Heri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berfikir yang strategis dengan mengutakan kepentingan rakyat dan masa depan bangsa, negara dan masyarakat. “Jangan sampai hutang ini akan terus menjadi tanggungan untuk generasi yang akan datang,” demikian Heri Gunawan. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *