NASIONAL

DPR: BI HARUS MAMPU SINERGIKAN KEBIJAKAN MONETER DENGAN FISKAL

HARIANTERBIT.CO – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo harus mampu mensinergikan kebijakan moneter bank sentral dengan kebijakan fiskal pemerintah.

“Kebijakan ekonomi BI harus tetap meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat serta harus dapat mengurangi kemisinan dan kesenjangan,” ungkap Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

Hal tersebut dikatakan laki-laki yang akrab disapa Bamsoet itu menanggapi dicalonkannya Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI menggantikan posisi Agus Martowardojo oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikatakan, DPR segera memproses surat Presiden Jokowi untuk pengajuan calon Gubernur BI 2018-2023 setelah surat itu dibacakan dalam pembukaan Sidang Paripurna awal pekan ini.

Pengajuan nama Perry Warjiyo akan dibawa ke rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Selanjutnya, Bamus akan meminta Komisi XI mengatur jadwal fit dan proper test calon Gubernur BI.

“Kita tak memberikan target. Menurut saya, jika hal tersebut bisa dilakukan cepat, itu sangat baik karena bagaimana juga. Gubernur BI ini sangat penting untuk segera diputuskan dan disetujui di sidang paripurna DPR.”

Politisi sebior Partai Golkar ini menjelaskan, kebijakan moneter dan fiskal harus dalam irama yang sama, nada yang saling melengkapi, akan menjadi instrumen kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional yang mempunyai dampak kemakmuran bagi bangsa dan negara.

Pernyataan Bamsoet tersebut mencuat di tengah kebijakan moneter BI yang bersifat netral dan mempersempit ruang untuk melonggarkan suku bunga acuan tahun ini karena derasnya tekanan ekonomi eksternal.

Otoritas moneter sudah mempertahankan suku bunga acuan tujuh Day Reverse Repo Rate enam kali berturut-turut sejak Agustus 2017 di level 4,25 persen. Sikap itu muncul setelah pemangkasan suku bunga acuan 200 basis poin Desember 2015-Agustus 2017. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *