DAERAH

PREDIKSI PILKADA: SULSEL KETAT, SUMSEL SUDAH BISA DITEBAK

HARIANTERBIT.CO – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di dua provinsi yang sama-sama menyandang nama selatan yakni Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan telah menjadi perhatian banyak pihak. Hal itu karena di dua daerah ini, peserta pilkada cukup banyak, sama-sama diikuti empat pasangan calon.

Namun, ada perbedaan mencolok yang terjadi di dua daerah ini. Merujuk pada data survei paling akhir, sampai saat berita ini diturunkan, undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihannya di Sulsel masih banyak, dengan sendirinya akan diperebutkan para paslon yang bersaing ketat. Sementara di Sumsel kondisinya berbeda, undecided voters tinggal sedikit sehingga pemenang pilkadanya sudah bisa diprediksi.

Pada Pilkada Sulawesi Selatan, Lembaga Indo Survey Startegy (ISS) menemukan Undecided voters sebesar 28,7 persen. Dengan sendirinya kondisi ini akan memaksa tiga paslon yang bersaing ketat untuk menyiapkan strategi dan rayuan jitu agar 28,7 persen suara ini bisa tumplek ke mereka.

“Survei ISS menunjukkan bahwa kekuatan kandidat masih dalam posisi berimbang, terutama di tiga pasangan bersaing ketat,” kata Direktur ISS Karyono Wibowo, di Cikini, Jakarta, Minggu, (4/3) lalu.

Karyono menyebutkan raihan elektabilitas para paslon sebagai berikut: pertama, Pasangan nomor urut 1, Nurdin Halid-Azis Qahhar Mudzakkar (NH-Azis), mendapat elektabilitas sebesar 20,01 persen. Kedua, Pasangan nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang (incumbent Wakil Gubernur Sulsel)-Tanri Balilamo, mendapat elektabilitas sebesar 8,9 persen. Ketiga, Pasangan nomor urut 3, Nurdin Abdullah (bupati Bantaeng)-Andi Sudirman Sulaiman, mendapat elektabilitas sebesar 18,0 persen. Keempat, Pasangan nomor urut 4, Ichsan Yasin Limpo (adik Gubernur Sulsel)-Andi Musakkar, mendapat elektabilitas sebesar 24,3 persen.

Karyono menambahkan, pengambilan data survei dilakukan pada 19-24 Februari 2018. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 800, margin of error 3,5 persen.

Sementara itu, pilkada Sumatera Selatan udevided voters sudah tinggal 6,82 persen. Hal tersebut disampaikan peneliti Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) Jakarta, Sendy Vicky Sutikno. Menurutnya Pilkada Sumsel bisa dibilang sudah selesai. Hampir semua pemilih sudah memutuskan pilihannya, hanya tinggal eksekusi di hari pemungutan suara.

Berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya bulan Februari 2018, pemilih yang belum memutuskan hanya tinggal 6,82 persen. Itu artinya, pemilih yang bisa diperebutkan hanya tinggal sedikit, bisa saja mereka justru tidak berpartisipasi dalam pilkada. Demikian disampaikannya dalam diskusi mengenai Pilkada Sumsel di sebuah caffe di kawasan Cikini, Jakarta, baru-baru ini (23/2).

Sendy menjelaskan, dengan hadirnya empat pasangan calon di pilkada Sumsel, yang paling diuntungkan adalah pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya. Ini terutama karena Herman Deru adalah kontestan pilkada lima tahun lalu yang memiliki pendukung setia. Sehingga ketika pemilih terbagi kepada tiga pasangan lain, suara Herman Deru tetap solid.

Sendhy menerangkan raihan elektabilitas para paslon sebagai berikut: satu, Pasangan nomor urut 1, Herman Deru-Mawardi Yahya, mendapat elektabilitas sebesar 44,61 persen. Dua, Pasangan nomor urut 2, Aswari Riva’i-Irwansyah, mendapat elektabilitas sebesar 10,22 persen. Tiga, Pasangan nomor urut 3, Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyuddin, mendapat elektabilitas sebesar 19,46 persen. Empat, Pasangan nomor urut 4, Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas, mendapat elektabilitas sebesar 18,89 persen.

Sendhy menjelaskan, pengambilan data survei dilakukan pada 13-17 Februari 2018. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 800, margin of error 3,5 persen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *