NASIONAL

ADA 39,5 JUTA JIWA ORANG MISKIN DI INDONESIA

HARIANTERBIT.CO – Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini menangani 39,5 juta jiwa yang termasuk dalam bagian angka kemiskinan di Indonesia. Dari jumlah itu,  10,86 juta adalah mereka yang tergolong sangat miskin.

Demikian Kepala Biro Humas Kemensos, Akifah Elansari SH saat menerima anggota DPRD Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung, yang berkunjung ke Kementerian Sosial (Kemensos) di Jl Salemba Raya No 28, Jakarta, kemarin.

Saat berdiskusi dengan para wakil rakyat tersebut, Akifah mendiskusikan berbagai masalah, terutama tentang upaya pengentasan kemiskinan. “Dari data yang ada di Kemensos, kalau dirangking, peringkat kemiskinan terbanyak rangking pertamanya Jawa Timur, kedua Jawa Tengah dan ketiga, Jawa Barat,” kata Akifah.

Persoalannya, menurut Akifah, apakah data yang digunakan di lapangan sesuai dengan PDT yang telah disiapkan Kemensos? Di samping itu, apakah program yang telah disiapkan dari atas itu bisa berjalan sesuai yang telah digariskan? Kadang-kadang mereka yang melaksanakannya di lapangan ada yang membuat aturannya sendiri.

Bicara tentang bantuan, misalya, bantuan dana BOS. Selama ini ada kebijakan dari dinas. Tapi kadang di lapangan pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang semestinya. Ada yang memberikan syarat-syarat tertentu misalnya untuk orang miskin agar bisa menyekolahkan anaknya.

“Seharusnya orang miskin tidak boleh diberi syarat yang membuat dia kesulitan menyekolahkan anaknya,” katanya menegaskan.

Sejauh ini, berbagai kendala lain masih merintangi upaya pengentasan kemiskinan ini. Sebab sampai sekarang belum tercapai penurunan angka kemiskinan seperti yang diharapkan. Tidak adanya data yang akurat dalam penanganan masalah pengentasan kemiskinan di berbagai tempat.

Penanganan masalah fakir miskin belum maksimal dilakukan secara terencana, sungguh-sungguh, terarah dan terpadu. Pengakuan dan penghormatan atas suara dan hak dasar masyarakat fakir miskin masih sangat kurang. Minimnya pengawasan di lapangan dan berbagai persoalan pelik lainnya.

Karena itu, dia mendesak agar para anggota dewan tersebut memberikan perhatian lebih terhadap persoalan-persoalan tersebut, sehingga upaya pengentasan kemiskinan itu benar-benar berjalan sesuai program yang telah dipersiapkan. (nur)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *