DAERAH NASIONAL

BAHAS KEMISKINAN, ANGGOTA DPRD SEMARANG DAN BANGKA SELATAN DATANGI KANTOR MENTERI SOSIAL

HARIANTERBIT.CO – Sejumlah anggota DPRD Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung, berkunjung ke Kementerian Sosial (Kemensos) di Jl. Salemba Raya no. 28, Jakarta, kemarin. Mereka datang mendiskusikan berbagai masalah, terutama tentang upaya pengentasan kemiskinan.

Kepala Biro Humas Kemensos Akifah Elansari SH mengatakan, upaya pengentasan kemiskinan itu begitu kompleks dan penanganannya harus benar-benar serius dan sungguh-sungguh.

Adapun kunjungan para wakil rakyat ke Kemensos ini, kata Akifah, dimaksudkan oleh para anggota dewan dari kedua daerah tersebut untuk mendapatkan masukan dari jajaran Kemensos. Sehingga mereka dapat membuat program yang tepat guna untuk kelak diterapkan di daerah masing-masing.

Para anggota DPRD Kota Semarang diketuai oleh Ahmad Margono (PKS) dan Bangka Selatan di bawah pimpinan Suhardi Abdullah (Golkar). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kabiro Humas Kementerian Sosial Akifah Elansari SH dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Bapak ibu yang terhormat, berilah kami masukan. Mumpung masih ada waktu satu tahun bagi kami untuk berbuat, berkenaan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena masalah pengentasan kemiskinan ini bagi kami merupakan program utama dan pertama yang ingin kami jalankan,” ujar Ahmad Margono mengawali pembicaraannya.

Menanggapi hal itu, Akifah Elansari SH mengatakan, persoalan kemiskinan itu dilatarbelakangi oleh banyak hal. Jadi aneh kalau dipertanyakan mengapa orang miskin tidak bisa habis, karena memang tidak mungkin habis.

“Sampai kiamat pun tidak akan mungkin habis. Bertentangan dengan sunnatullah jika dikatakan habis. Sebab dengan adanya orang miskinlah kita bersedekah, mengeluarkan zakat dan sebagainya. Itu kan tuntunan agama kita. Yang jadi pertanyaan sebenarnya mengapa jumlah orang miskin itu tidak bisa diturunkan sesuai harapan, meskipun pemerintah telah mengucurkan triliunan rupiah,” katanya.

Bu Ifah – demikian dia akrab disapa – mengawali keterangannya dengan mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kedatangan para anggota DPRD dari Kota Semarang dan Bangka Selatan. Selanjutnya dia menyarankan agar para anggota dewan tersebut dapat mentransformasikan program-program yang telah dibuat oleh Kemensos, sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya di lapangan.

Menurut pejabat yang merupakan salah satu pendisain Program Keluarga Harapan (PKH) ini, rintangan bagi program pengentasan kemiskinan itu cukup banyak.

Dijelaskannya, persoalan yang cukup pelik adalah tidak adanya estafeta penanganan persoalan pengentasan kemiskinan. Selain itu, Penanganan masalah kemiskinan selama ini tidak mengacu pada Pengelolaan Data Terpadu (PDT), padahal seharusnya lewat PDT yang telah disiapkan Kemensos. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *