DAERAH

PEMPROV DKI SIAPKAN DANA BANTU BMKG DETEKSI GEMPA

HARIANTERBIT.CO – Minimnya anggaran dana yang dibutuhkan Badan Meteorologi Klimatologi danGeofisika (BMKG) sekitar Rp1,7 triliun dalam mendeteksi gempa, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta prihatin.

Pemprov DKI Jakarta melalui wakil gubernurnya, Sandiaga Uno, berjanji akan memberikan dana kepada pihak terkait, dalam hal ini BMKG dalam mendeteksi gempa.

Untuk merealisasikannya, Pemprov DKI akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan BMKG, yang salah satu poinnya adalah pemberian dana. “BMKG tidak perlu khawatir, Pemprov DKI siap membantu BMKG,” kata Sandiaga Uno, dalam acara diskusi ilmiah bertajuk “Gempabumi Megathrust Magnitudo M 87 Siapkah Jakarta?” yang digelar di Auditorium BMKG, Jl Angkasa I Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno (tiga kanan), Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati MMA (tiga kiri), Dekan FTTM ITB Prof Sri Widiyantoro PhD, Kepala PSGT BMKG Dr Jaya Murjaya, dan Moderator Pembantu Ketua III STMKG Dr Deni Septiadi, foto bersama usai diskusi bertema “Gempabumi Megathrust Magnitudo M 87 Siapkah Jakarta?” di Auditorium BMKG, Jl Angkasa I Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Sandiaga mengatakan, gempa terakhir yang terjadi di Jakarta pada 26 Januari 2018 lalu sebesar 6,1 SR meninggalkan kerusakan cukup banyak bahkan kepanikan. “Saya rasa belajar dari sejarah, gempa telah terjadi beberapa kali di Jakarta. Bahkan pada 26 Januari lalu, ketika ada pertemuan dengan para anchor televisi, tiba-tiba melihat lampu gantung di balai kota bergoyang, namun rupanya di saat seperti itu kita belum siap,” tuturnya.

“Harus ada persiapan dan pencegahan, apalagi Jakarta sedang dalam kondisi membangun banyak infrakstruktur seperti LRT, MRT, jalan layang tol, jalan layang non-tol, dan lain sebagainya. Juga meminta agar diadakan edukasi dan simulasi bagi pelajar khususnya pelajar sekolah dasar dan menengah untuk menghadapi gempa,” sambung Wagub DKI Jakarta ini.

Menurut Bang Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno, kita harus banyak belajar dari Jepang. Mereka menanamkan budaya dan mindset bahwa kotanya rentan terhadap bencana. Jepang membangun disaster prevention park, tempat disimulasikan gempa itu seperti apa, bagaimana antisipasinya.

Alhamdulillah, DKI punya banyak lahan. Mungkin dengan adanya kerja sama ini, BMKG bisa membuat semacam park untuk warga DKI Jakarta, seperti di Jepang,” pungkas Bang Sandi, memberi pengalaman usai kunjungannya belum lama ini ke disaster prevention park di Negeri Matahari Terbit. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *