NASIONAL

JOKOWI: REVITALISASI DAS CITARUM JADI PERCONTOHAN UNTUK DAS LAINNYA

HARIANTERBIT.CO – Presiden Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari, bulan, bahkan satu atau dua tahun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat lingkungan hidup di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. “Sudah kita hitung bahwa pekerjaan besar ini dari hulu, tengah, sampai hilir akan diselesaikan insya Allah dalam dua tahun,” ucap Presiden Jokowi, dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (22/2).

Untuk menindaklanjuti, pemerintah bergerak cepat dan langsung memulai pekerjaan besar tersebut. Presiden pun menjadikan revitalisasi DAS Citarum sebagai momentum yang tepat untuk memperbaiki lingkungan, utamanya sungai-sungai yang ada di seluruh Indonesia. “Revitalisasi DAS Citarum ini akan kita buat contoh bagi DAS-DAS yang lain. Akan kita foto kopi di DAS Bengawan Solo, Sungai Brantas, dan DAS lain,” ungkap Presiden.

Selain pertumbuhan ekonomi, Presiden juga berharap semakin banyak manfaat lain yang akan diperoleh masyarakat dari hasil revitalisasi DAS Citarum. “Insya Allah sumber air Citarum ini akan bermanfaat bagi 27 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi memberi pengarahan kepada pendampingnya di antaranya, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Anggota Watimpres Agum Gumelar, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat mengadakan kunjungan ke lokasi revitalisasi DAS Citarum di Desa Tarumaja, Kertasari, Kabupaten Bandung, Jabar, Kamis (22/2).

Sebelumnya, Presiden terlebih dahulu meninjau Situ Cisanti yang merupakan hulu Sungai Citarum. Di sana, Presiden melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari revitalisasi DAS Citarum yang telah dimulai sejak 1 Februari 2018. “Tadi saya sudah melihat dimulai tanaman kopi untuk ekonominya, kemudian untuk pohon-pohonnya, saya lihat tadi sangat bagus sekali, ada pohon-pohon puspa, rasamala, manglit, saninten, damar, dan tanaman-tanaman itu adalah tanaman endemik, tanaman lokal,” ucap Presiden.

Pada kunjungan tersebut, Presiden juga sempat menyatakan bahwa program revitalisasi DAS Citarum tersebut akan dilaksanakan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota. Salah satu yang telah terlaksana adalah pemberian lahan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) sebesar 980 hektare untuk persemaian.

“Semua kementerian yang ada terlibat, dan yang paling penting wilayah, pangdam, kapolda, semuanya juga ikut bersama-sama mengerjakan secara gotong-royong untuk merehabilitasi wilayah DAS Citarum ini,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yakni, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, dan Kapolda Jabar Irjen Polisi Agung Budi Maryoto. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *